13 Agustus 2026

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

GBLA Bandung atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api merupakan salah satu stadion sepak bola terbesar dan paling ikonik di Jawa Barat. Berlokasi di kawasan Gedebage, Kota Bandung, stadion ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan Persib Bandung dan Bobotoh.

Ketika Persib menjalani pertandingan kandang di stadion tersebut, GBLA biasanya menjadi pusat perhatian. Ribuan suporter datang untuk memberikan dukungan kepada Maung Bandung. Atmosfer pertandingan yang meriah membuat stadion ini tidak hanya dikenal sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai salah satu simbol sepak bola Kota Bandung.

Namun, perjalanan Stadion Gelora Bandung Lautan Api hingga menjadi salah satu kandang Persib tidak berlangsung dalam waktu singkat. Pembangunannya dimulai sejak 2009 dan stadion tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat melalui soft launching pada 2013. Dalam perjalanannya, GBLA juga mengalami berbagai proses pengembangan dan rehabilitasi untuk meningkatkan keamanan serta kualitas fasilitasnya.

Lantas, bagaimana sejarah pembangunan GBLA Bandung? Mengapa stadion ini dinamakan Gelora Bandung Lautan Api? Dan bagaimana hubungannya dengan Persib Bandung?

Berikut ulasan lengkapnya.

Sejarah Awal Pembangunan GBLA Bandung

Sejarah GBLA Bandung bermula dari pembangunan stadion baru di kawasan Gedebage. Proyek pembangunan Stadion Utama Sepak Bola Gedebage tersebut dimulai pada 2009.

Pembangunan stadion menjadi salah satu upaya menghadirkan fasilitas olahraga berkapasitas besar bagi Kota Bandung dan Jawa Barat. Saat itu, kebutuhan terhadap stadion modern semakin meningkat karena Bandung memiliki tradisi sepak bola yang kuat.

Persib Bandung sebagai klub sepak bola kebanggaan masyarakat Jawa Barat juga membutuhkan fasilitas dengan kapasitas besar untuk mengakomodasi jumlah pendukungnya.

Dalam laporan ANTARA pada 2013, pembangunan GBLA disebut menggunakan dana sharing antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung. Stadion tersebut dibangun dalam waktu sekitar tiga tahun sebelum memasuki tahap peresmian awal.

Pembangunan GBLA kemudian menjadi salah satu proyek olahraga penting di Kota Bandung.

Mengapa GBLA Dibangun di Gedebage?

Lokasi stadion menjadi bagian penting dari sejarah pembangunannya.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api berada di kawasan Gedebage, Bandung bagian timur. Secara administratif, alamat stadion tercatat di Jalan Gerbang Biru, Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Kawasan Gedebage dipilih karena memiliki lahan yang relatif luas untuk pembangunan kompleks olahraga berskala besar.

Pada masa awal pembangunannya, kawasan stadion juga direncanakan dapat dikembangkan menjadi kompleks sarana olahraga yang lebih luas. ANTARA pada 2013 melaporkan adanya rencana penambahan fasilitas seperti kolam renang, GOR bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, dan softbol.

Dengan konsep tersebut, GBLA sejak awal tidak hanya dipandang sebagai stadion sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan fasilitas olahraga di Jawa Barat.

Proses Pembangunan Berlangsung Selama Beberapa Tahun

Pembangunan stadion berkapasitas besar tentu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Pada saat soft launching pada Mei 2013, ANTARA melaporkan bahwa pembangunan GBLA menelan biaya sekitar Rp595 miliar. Pada waktu tersebut, stadion belum sepenuhnya selesai, terutama pada beberapa bagian luar dan lapangan yang belum siap digunakan untuk pertandingan sepak bola.

Meski demikian, bagian dalam stadion sudah memperlihatkan kemegahannya.

Sekitar 38 ribu kursi telah terpasang di tribun. Warna kursi yang dominan kuning dan biru juga memberikan kesan yang sangat dekat dengan identitas sepak bola Bandung.

Kehadiran stadion baru tersebut mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

GBLA Resmi Diperkenalkan pada 2013

Salah satu tonggak penting dalam sejarah GBLA terjadi pada 10 Mei 2013.

Pada tanggal tersebut, Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjalani soft launching yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung saat itu, Dada Rosada. Warga Bandung berbondong-bondong datang untuk melihat langsung stadion baru yang berada di kawasan Gedebage tersebut.

Momen tersebut menjadi salah satu titik penting karena masyarakat akhirnya dapat melihat langsung stadion yang selama beberapa tahun sebelumnya masih berada dalam proses pembangunan.

Saat itu, GBLA disebut sebagai salah satu stadion terbesar di Jawa Barat.

Keberadaannya diharapkan dapat memberikan fasilitas olahraga yang lebih baik sekaligus meningkatkan citra Bandung sebagai kota yang memiliki tradisi olahraga kuat.

Asal-usul Nama Gelora Bandung Lautan Api

Pada awal pembangunannya, stadion tersebut lebih sering disebut sebagai Stadion Utama Sepak Bola Gedebage.

Namun, nama tersebut kemudian berubah menjadi Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA.

Proses pemilihan nama ini cukup menarik karena melibatkan masyarakat Bandung.

DPRD Kota Bandung mengadakan jajak pendapat melalui pesan singkat pada Maret 2013. Dari 14.777 SMS yang masuk, sekitar 83,3 persen memilih nama Gelora Bandung Lautan Api. Pilihan lainnya adalah Gelora Gedebage Kota Bandung dengan 11,7 persen dan Gelora Rosada dengan 5 persen.

Nama Gelora Bandung Lautan Api kemudian ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandung pada 28 Maret 2013.

Proses ini membuat nama GBLA mempunyai cerita tersendiri.

Makna Nama Bandung Lautan Api

Nama Bandung Lautan Api memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan masyarakat Bandung.

Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, nama tersebut dianggap memiliki nilai historis dan simbolis yang kuat.

Dalam pemberitaan ANTARA, nama Gelora Bandung Lautan Api disebut berasal dari kajian tim sejarawan dan kemudian mendapat dukungan besar melalui polling masyarakat.

Dengan menggunakan nama tersebut, stadion tidak hanya memiliki identitas olahraga, tetapi juga membawa simbol sejarah perjuangan rakyat Bandung.

Inilah salah satu alasan mengapa nama GBLA terasa sangat dekat dengan identitas masyarakat Kota Bandung.

Desain GBLA Memiliki Konsep Gendang

Selain namanya yang memiliki unsur sejarah, bangunan GBLA juga mempunyai karakter arsitektur tersendiri.

Stadion tersebut dirancang dengan konsep yang menyerupai alat musik tradisional gendang. Konsep ini membuat bentuk bangunan GBLA terlihat khas dan mudah dikenali.

Gendang sendiri memiliki hubungan erat dengan budaya Sunda. Karena itu, unsur tersebut memberikan sentuhan lokal pada stadion modern yang dibangun dengan kapasitas besar.

Perpaduan antara desain modern dan unsur budaya lokal menjadi salah satu karakter yang membuat GBLA berbeda dari stadion lainnya.

Kapasitas Stadion GBLA

Salah satu alasan utama GBLA dianggap sebagai stadion besar adalah kapasitas penontonnya.

Dalam informasi terbaru Direktorat Jenderal Cipta Karya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api memiliki kapasitas maksimal 37.654 penonton. Stadion tersebut berdiri di atas lahan sekitar 400.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 72.000 meter persegi.

Sementara itu, ketika masih dalam tahap penyelesaian pada 2013, sejumlah pemberitaan menyebut kapasitas GBLA sekitar 38 ribu penonton.

Perbedaan angka tersebut pada dasarnya dapat dipahami sebagai pembulatan. Data terbaru yang lebih spesifik mencatat kapasitas maksimal sebanyak 37.654 penonton.

Kapasitas tersebut sangat penting bagi Persib karena klub memiliki basis suporter yang besar.

Fasilitas GBLA Sejak Awal Dirancang Berstandar Internasional

GBLA tidak hanya dibangun dengan tribun berkapasitas besar.

Sejak awal, stadion tersebut dirancang dengan standar internasional dan dilengkapi lintasan atletik berbahan sintetis. ANTARA melaporkan bahwa stadion dirancang memenuhi standar internasional yang disyaratkan FIFA.

Keberadaan lintasan atletik membuat fungsi stadion tidak terbatas pada sepak bola.

Fasilitas tersebut memungkinkan stadion mendukung kegiatan olahraga lain yang membutuhkan lintasan atletik.

Dengan begitu, pembangunan GBLA menjadi bagian dari upaya memperluas fasilitas olahraga di Kota Bandung.

GBLA Pernah Menjadi Venue Penting PON

Perjalanan GBLA semakin penting ketika stadion tersebut digunakan dalam rangkaian kegiatan PON XIX Jawa Barat 2016.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi lokasi penting dalam agenda pembukaan PON XIX. Api PON dibawa menuju stadion sebagai bagian dari prosesi pembukaan.

Momen tersebut memperlihatkan bahwa GBLA tidak hanya berfungsi sebagai kandang klub sepak bola, tetapi juga mampu menjadi venue kegiatan olahraga berskala nasional.

PON XIX sendiri menjadi salah satu ajang olahraga terbesar yang pernah diselenggarakan di Jawa Barat.

Penggunaan GBLA dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat posisi stadion sebagai salah satu fasilitas olahraga penting di provinsi tersebut.

GBLA dan Hubungannya dengan Persib Bandung

Hubungan GBLA dan Persib Bandung sudah direncanakan sejak stadion tersebut masih dalam tahap pembangunan.

Pada saat penamaan GBLA ditetapkan pada 2013, stadion tersebut disebut akan menjadi home base bagi Persib Bandung.

Bagi Persib, kehadiran stadion dengan kapasitas puluhan ribu penonton menjadi keuntungan besar.

Persib memiliki basis pendukung yang sangat luas. Bobotoh tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga berbagai daerah di Jawa Barat dan wilayah lainnya.

Stadion dengan kapasitas besar memungkinkan lebih banyak pendukung menyaksikan pertandingan secara langsung.

Mengapa GBLA Cocok Menjadi Kandang Persib?

Ada beberapa alasan mengapa GBLA sangat cocok menjadi kandang Persib.

Pertama adalah kapasitasnya yang besar. Dengan kapasitas maksimal 37.654 penonton, stadion dapat menampung puluhan ribu Bobotoh.

Kedua adalah lokasinya yang berada di Kota Bandung. Hal ini membuat stadion tetap berada di wilayah yang memiliki hubungan kuat dengan identitas Persib.

Ketiga adalah fasilitasnya yang dirancang untuk pertandingan berskala besar.

Keempat adalah atmosfer pertandingan yang tercipta ketika puluhan ribu suporter berkumpul.

Bagi klub seperti Persib, dukungan suporter merupakan bagian penting dari pengalaman pertandingan kandang.

GBLA Bukan Milik Persib

Meski sangat identik dengan Persib, penting untuk memahami bahwa GBLA bukan merupakan aset milik klub.

Dokumen Pemerintah Kota Bandung menyebut Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai barang milik daerah yang berada di Jalan Gerbang Biru, Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage. Pemanfaatannya diatur melalui kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.

Artinya, hubungan Persib dengan GBLA lebih tepat dipahami dalam konteks penggunaan stadion untuk pertandingan kandang dan pemanfaatan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa GBLA mempunyai fungsi yang lebih luas daripada hanya menjadi kandang Persib.

GBLA Mengalami Rehabilitasi

Seiring bertambahnya usia bangunan, stadion membutuhkan perawatan dan peningkatan fasilitas.

GBLA kemudian menjalani proses renovasi dan rehabilitasi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat.

Rehabilitasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan keamanan infrastruktur stadion agar sesuai dengan kebutuhan stadion modern.

Pekerjaan yang dilakukan mencakup sejumlah bagian penting.

Fasilitas GBLA Setelah Rehabilitasi

Beberapa fasilitas yang mendapatkan perhatian dalam proses rehabilitasi antara lain struktur tribun, rumput lapangan, lampu tribun, lampu Field of Play, kursi penonton, dan sistem drainase.

Selain itu, aspek aksesibilitas juga ditingkatkan.

Peningkatan akses bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari proses rehabilitasi sehingga stadion diharapkan dapat digunakan secara lebih inklusif.

Perbaikan tersebut penting karena stadion dengan kapasitas hampir 38 ribu orang membutuhkan infrastruktur yang mampu menunjang keamanan dan kenyamanan penonton.

Rumput Lapangan Juga Mendapat Perhatian

Lapangan merupakan bagian paling penting dari stadion sepak bola.

Karena itu, peningkatan kualitas rumput menjadi salah satu pekerjaan dalam rehabilitasi GBLA.

Direktorat Jenderal Cipta Karya menyebut kualitas rumput lapangan ditingkatkan sesuai standar FIFA.

Kondisi lapangan sangat berpengaruh terhadap kualitas pertandingan. Rumput yang baik dapat membantu pemain bergerak lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan permainan akibat kondisi permukaan lapangan.

Bagi Persib, kualitas lapangan tentu menjadi salah satu faktor penting ketika menjalani pertandingan kandang.

Sistem Drainase GBLA Diperbarui

Salah satu fasilitas yang sering luput dari perhatian penonton adalah sistem drainase.

Padahal, drainase mempunyai peran penting bagi stadion sepak bola yang berada di wilayah dengan curah hujan tinggi.

Dalam rehabilitasi GBLA, sistem drainase diperbarui secara menyeluruh agar stadion tetap dapat berfungsi dengan baik dalam berbagai kondisi cuaca.

Perbaikan drainase membantu menjaga kualitas lapangan dan mengurangi risiko genangan air ketika hujan turun.

Dengan demikian, peningkatan fasilitas GBLA tidak hanya berkaitan dengan bagian yang terlihat oleh penonton.

Struktur Tribun GBLA Diperkuat

Keselamatan penonton menjadi salah satu perhatian utama dalam stadion modern.

Karena itu, struktur tribun GBLA juga diperkuat dalam proses rehabilitasi.

Direktorat Jenderal Cipta Karya menyebut penguatan struktur tribun dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penonton.

Hal tersebut menjadi sangat penting mengingat stadion dapat menampung puluhan ribu orang.

Semakin banyak penonton yang hadir, semakin besar pula kebutuhan terhadap struktur dan sistem keselamatan yang baik.

GBLA sebagai Ikon Olahraga Bandung

Setelah melewati berbagai tahapan pembangunan dan pengembangan, GBLA kini menjadi salah satu ikon olahraga Kota Bandung.

Stadion ini memiliki kombinasi antara sejarah, budaya, dan sepak bola.

Sejarah Bandung Lautan Api tercermin dalam namanya. Unsur budaya lokal terlihat dalam konsep arsitekturnya. Sementara itu, identitas sepak bola Bandung sangat kuat melalui hubungan dengan Persib dan Bobotoh.

Ketiga unsur tersebut membuat GBLA memiliki karakter yang khas.

Perjalanan GBLA dari Stadion Gedebage Menjadi Kandang Persib

Jika dirangkum, perjalanan GBLA dapat dilihat dalam beberapa tahap penting.

2009: pembangunan stadion dimulai.

2013: stadion memasuki tahap akhir pembangunan dan menjalani soft launching.

Maret 2013: nama Gelora Bandung Lautan Api dipilih melalui jajak pendapat masyarakat dan ditetapkan oleh DPRD Kota Bandung.

Mei 2013: GBLA diperkenalkan kepada masyarakat melalui soft launching.

2016: GBLA menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian PON XIX Jawa Barat.

Perkembangan berikutnya: GBLA menjalani rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, keamanan, fasilitas lapangan, tribun, drainase, pencahayaan, serta aksesibilitas.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa GBLA terus berkembang dari stadion baru di kawasan Gedebage menjadi salah satu stadion penting di Jawa Barat.

Fakta Singkat GBLA Bandung

Berikut beberapa fakta penting mengenai Stadion Gelora Bandung Lautan Api:

FaktaKeterangan
NamaStadion Gelora Bandung Lautan Api
SingkatanGBLA
LokasiGedebage, Kota Bandung
Pembangunan dimulai2009
Soft launching2013
Kapasitas maksimal terbaru37.654 penonton
Luas lahanSekitar 400.000 m²
Luas bangunanSekitar 72.000 m²
Fungsi utamaStadion olahraga
Klub yang identikPersib Bandung
FasilitasLapangan sepak bola, tribun, lintasan atletik, fasilitas pendukung
Status asetBarang milik daerah Kota Bandung

Data kapasitas, luas, lokasi, dan rehabilitasi merujuk pada informasi resmi Ditjen Cipta Karya dan dokumen Pemerintah Kota Bandung.

Masa Depan GBLA Bandung

Sebagai stadion besar, GBLA memiliki potensi untuk terus menjadi salah satu pusat olahraga di Jawa Barat.

Keberadaan Persib sebagai klub dengan basis suporter besar membuat stadion ini memiliki daya tarik yang kuat.

Namun, pemeliharaan menjadi hal yang tidak kalah penting. Stadion berkapasitas puluhan ribu penonton membutuhkan perawatan rutin agar kualitas fasilitas tetap terjaga.

Selain itu, pengelolaan keamanan, akses penonton, fasilitas disabilitas, kualitas lapangan, drainase, dan berbagai fasilitas pendukung perlu terus diperhatikan.

Dengan pengelolaan yang baik, GBLA dapat terus digunakan untuk pertandingan Persib sekaligus berbagai kegiatan olahraga lainnya.

Kesimpulan

GBLA Bandung atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi salah satu stadion yang identik dengan Persib Bandung. Pembangunannya dimulai pada 2009 dan stadion tersebut menjalani soft launching pada Mei 2013.

Nama Gelora Bandung Lautan Api dipilih melalui jajak pendapat masyarakat. Dari 14.777 SMS yang masuk, sekitar 83,3 persen memilih nama tersebut. Nama itu kemudian ditetapkan oleh DPRD Kota Bandung pada Maret 2013.

Sejak awal, GBLA dirancang sebagai stadion modern dengan fasilitas olahraga berskala besar. Stadion ini memiliki lintasan atletik, kapasitas puluhan ribu penonton, dan pernah digunakan untuk agenda olahraga nasional seperti PON XIX Jawa Barat.

Dalam data terbaru Direktorat Jenderal Cipta Karya, kapasitas maksimal GBLA mencapai 37.654 penonton. Stadion ini berada di atas lahan sekitar 400.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 72.000 meter persegi.

Hubungan GBLA dengan Persib Bandung juga sudah menjadi bagian dari sejarah stadion tersebut. Sejak awal, GBLA direncanakan sebagai home base bagi Maung Bandung.

Kini, GBLA bukan hanya menjadi kandang Persib, tetapi juga salah satu ikon olahraga Kota Bandung. Dengan sejarah pembangunan, nama yang sarat makna, kapasitas besar, fasilitas modern, dan dukungan Bobotoh, Stadion Gelora Bandung Lautan Api memiliki posisi penting dalam perkembangan sepak bola dan olahraga di Jawa Barat.

Penulis: Anisa Ramadani

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *