Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifGeger Twibbon MPLS yang viral di media sosial membuat Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali bergerak cepat. Foto Twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) milik SMK PGRI 5 Denpasar yang viral dinilai sangat tidak elok disajikan kepada para siswa baru yang notabene merupakan lulusan SMP. Kepala Disdikpora Bali, IB Gede Wesnawa Punia, langsung memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi begitu masalah ini mencuat ke publik.
Apa yang Terjadi?
Foto Twibbon MPLS milik SMK PGRI 5 Denpasar viral di media sosial. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali langsung melayangkan teguran kepada pihak sekolah. Kepala Disdikpora Bali, IB Gede Wesnawa Punia, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. “Tadi (kemarin) sudah kita tegur. Bikin jangan aneh-aneh. Kasihan ini baru tamat SMP. Jangan dibuat, dipolakan seperti itu,” tegas Wesnawa, Selasa (14/7/2026).
Mengapa dan Dampaknya
Menurut Wesnawa, langkah yang diambil sekolah dalam menyusun materi promosi tersebut sangat disayangkan. Alih-alih mendidik, konten yang memicu kontroversi justru dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi perkembangan mental generasi muda. “Itu otomatis melemahkan anak-anak generasi penerus kita juga,” ujarnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tidak pernah mewajibkan pembuatan twibbon untuk agenda MPLS. Atribut digital tersebut murni merupakan program mandiri dari pihak sekolah. “Pemprov Bali tidak mengarahkan harus membuat Twibbon. Itu inovatif dan inisiatif dari teman-teman pengelola satuan pendidikan,” katanya.
Wesnawa menambahkan bahwa setiap sekolah seharusnya memiliki regulasi dan kurasi yang ketat sebelum melempar materi publikasi ke ruang publik. “Harusnya standarnya harus disiapkan. Itu satuan pendidikan yang membuat,” ujarnya. Dengan kejadian ini, diharapkan pihak sekolah dapat lebih menonjolkan mutu pembelajaran ketimbang mencari sensasi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menjadi pelajaran bagi pihak sekolah untuk lebih berhati-hati dalam menyusun materi promosi. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali juga akan terus memantau dan memberikan bimbingan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa harus terpapar konten yang tidak pantas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/news/601350/disdik-layangkan-teguran-kerasbuntut-twibbon-mpls-viral-siswi-smk-pgri-5-denpasar, without altering the facts of the original article.