Gelombang tinggi dan angin kencang kembali menghantui perairan Sulawesi Utara. Menurut BMKG, prakirawan Stasiun Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, mengatakan potensi peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh perkembangan bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina dan wilayah utara Maluku.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Imbauan tersebut berlaku selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juli 2026. Menurut Ricky Daniel Aror, sistem cuaca tersebut kini berkembang menjadi Siklon Tropis Noul yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Sulawesi Utara.
“Dampaknya terlihat pada pola angin yang didominasi bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knots,” ujar Ricky Daniel Aror, Jumat (24/7/2026).
Apa Artinya Ini ke Depan?
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Minahasa Utara, Perairan Kepulauan Sitaro, serta Perairan Kepulauan Sangihe. Kecepatan angin yang mencapai 25 knots tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut hingga berada pada kategori sedang, yakni sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.
Keempat wilayah tersebut adalah tempat yang paling rentan terhadap pengaruh cuaca buruk. Oleh karena itu, nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengutamakan keselamatan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
“Kami mengimbau kepada nelayan untuk sementara waktu tidak melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi yang berisiko,” kata Ricky Daniel Aror. Kondisi cuaca yang tidak stabil juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada laut.
Selain itu, BMKG juga memperkirakan gelombang dengan ketinggian serupa berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Talaud dan Laut Maluku. Oleh karena itu, perlu diambil langkah-langkah preventif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Gelombang tinggi dan angin kencang bukanlah kejadian pertama di perairan Sulawesi Utara. Namun, kejadian ini masih harus diwaspadai karena potensi kerugian yang lebih besar.
Nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengutamakan keselamatan. Gelombang tinggi dan angin kencang bukanlah kejadian yang dapat diabaikan. Oleh karena itu, perlu diambil langkah-langkah preventif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://manado.tribunnews.com/sulawesi-utara/1885619/info-peringatan-gelombang-tinggi-di-perairan-sulut-24-27-juli-2026-bmkg-minta-nelayan-tunda-melaut, without altering the facts of the original article.