22 Agustus 2026

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

YOGYAKARTA โ€“ Gempa Jogja terbaru mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis, 20 Agustus 2026 sore. Gempa bumi tektonik tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 3,5 (M3,5) dan getarannya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Yogyakarta hingga Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,88 Lintang Selatan (LS) dan 110,45 Bujur Timur (BT), sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul.

🔖 Baca juga:
Rekomendasi Laptop 2026 untuk Content Creator dengan Layar OLED Terbaik, Performa Kencang, dan Warna Super Akurat

Sumber gempa berada pada kedalaman sekitar 21 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak. (Antara News)

Peristiwa ini sempat membuat sejumlah warga terkejut karena guncangan terasa cukup jelas. Lantas, bagaimana detail gempa Jogja terbaru tersebut? Berikut informasi lengkap mengenai magnitudo, kedalaman, lokasi episenter, wilayah yang merasakan hingga penjelasan BMKG.

Gempa Jogja Terbaru Terjadi Sore Hari

Gempa Bantul terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.20.57 WIB. Waktu tersebut tercatat dalam hasil analisis dan pemutakhiran parameter gempa BMKG.

Informasi awal mengenai gempa dapat mengalami perubahan setelah BMKG menerima dan mengolah data tambahan dari jaringan pemantauan seismik. Dalam kejadian ini, hasil pemutakhiran menetapkan kekuatan gempa menjadi M3,5 dengan kedalaman 21 kilometer. (Harianjogja.com)

Pemutakhiran data merupakan bagian dari proses pemantauan gempa bumi. Data awal disampaikan secepat mungkin agar masyarakat mendapatkan informasi, kemudian parameter dapat diperbarui setelah analisis lebih lengkap dilakukan.

Karena itu, apabila terdapat perbedaan informasi mengenai magnitudo atau kedalaman gempa di media sosial, masyarakat sebaiknya mengacu pada hasil pemutakhiran BMKG.

Detail Gempa Jogja M3,5

Berikut data penting mengenai gempa Bantul berdasarkan informasi BMKG:

ParameterData
Tanggal20 Agustus 2026
Waktu17.20.57 WIB
Magnitudo3,5
Koordinat7,88 LS dan 110,45 BT
Lokasi episenterDarat, sekitar 11 km timur laut Bantul
Kedalaman21 kilometer
Jenis gempaGempa bumi dangkal
Sumber gempaAktivitas Sesar Opak
Intensitas tertinggiIII MMI

Portal Data Gempabumi Terbuka BMKG menjelaskan bahwa parameter gempa yang dipantau mencakup waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, koordinat, wilayah terdekat dari episenter, serta daerah yang merasakan guncangan berdasarkan skala MMI. (BMKG Data)

Lokasi Episenter Gempa Berada di Darat

Salah satu informasi penting dari gempa Jogja terbaru adalah lokasi episenternya.

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 7,88 LS dan 110,45 BT. Titik tersebut berada di darat sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul. Kedalaman sumber gempa tercatat sekitar 21 kilometer. (Antara News)

Episenter merupakan titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas sumber gempa atau hiposenter. Sementara itu, hiposenter merupakan lokasi sumber gempa di dalam bumi.

Dengan episenter berada di daratan dan relatif dekat dengan kawasan permukiman, guncangan gempa dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah sekitar Bantul dan Yogyakarta.

Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Opak

BMKG menyebut gempa Bantul M3,5 berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman BMKG Ardhianto Septiadhi menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. (AFU.id)

Sesar atau patahan merupakan zona rekahan pada kerak bumi yang dapat mengalami pergerakan. Aktivitas pada zona tersebut dapat menyebabkan pelepasan energi yang kemudian merambat sebagai gelombang seismik.

Sesar Opak menjadi salah satu struktur geologi yang penting dalam kajian kegempaan wilayah Yogyakarta. Namun, masyarakat tidak perlu mengartikan setiap gempa di sekitar sesar sebagai tanda pasti akan terjadi gempa besar dalam waktu dekat.

Sampai saat ini, gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat mengenai waktu, lokasi, maupun magnitudonya.

Getaran Gempa Terasa di Bantul dan Yogyakarta

Meski berkekuatan M3,5, gempa Bantul dirasakan cukup jelas oleh masyarakat.

🔖 Baca juga:
Hasil dan Sorotan Leverkusen vs Genk: Jalannya Pertandingan, Statistik Lengkap, dan Momen Terbaik

BMKG mencatat intensitas tertinggi mencapai III MMI di Bantul dan Kota Yogyakarta. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan sensasinya menyerupai truk bermuatan yang melintas. (Harianjogja.com)

Selain Bantul dan Kota Yogyakarta, getaran juga dirasakan di beberapa wilayah lain dengan intensitas lebih rendah.

Laporan yang dihimpun menyebut guncangan dirasakan hingga Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang. (Suara)

Perbedaan intensitas tersebut merupakan hal yang wajar. Satu kejadian gempa dapat dirasakan berbeda di setiap lokasi karena dipengaruhi oleh jarak dari episenter, kedalaman gempa, kondisi tanah dan geologi, serta karakteristik bangunan.

Mengapa Gempa M3,5 Bisa Terasa?

Banyak orang menganggap gempa dengan magnitudo kecil tidak akan terasa. Padahal, tingkat guncangan yang dirasakan tidak hanya ditentukan oleh angka magnitudo.

Jarak dari episenter menjadi salah satu faktor penting. Semakin dekat suatu wilayah dengan sumber gempa, semakin besar peluang masyarakat merasakan getarannya.

Kedalaman sumber gempa juga berpengaruh. Gempa yang tergolong dangkal dapat memberikan efek guncangan yang lebih terasa di sekitar episenter dibandingkan gempa yang sumbernya jauh lebih dalam.

Dalam kasus gempa Bantul, episenter berada di daratan dan hanya sekitar 11 kilometer dari Bantul. Kondisi tersebut membuat guncangan cukup mudah dirasakan oleh masyarakat di sekitar Yogyakarta.

Kondisi tanah juga dapat memengaruhi rambatan gelombang gempa. Bangunan dan posisi seseorang ketika gempa berlangsung turut memengaruhi sensasi guncangan yang dirasakan.

Apa Arti Skala III MMI?

MMI atau Modified Mercalli Intensity merupakan skala yang menggambarkan tingkat intensitas guncangan gempa di suatu lokasi.

Skala MMI berbeda dengan magnitudo. Magnitudo menggambarkan ukuran atau kekuatan gempa pada sumbernya, sedangkan MMI menggambarkan bagaimana guncangan dirasakan dan dampaknya di lokasi tertentu.

Karena itu, satu gempa dapat menghasilkan tingkat MMI yang berbeda di beberapa wilayah.

Pada gempa Bantul, intensitas tertinggi mencapai III MMI di Bantul dan Kota Yogyakarta. Sementara daerah yang lebih jauh merasakan getaran dengan intensitas lebih rendah.

Pemahaman mengenai perbedaan magnitudo dan intensitas penting agar masyarakat tidak salah membaca informasi gempa.

Belum Ada Aktivitas Gempa Susulan

Setelah gempa utama terjadi, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di wilayah sekitar.

Dalam pemantauan awal hingga sekitar 17.39 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Laporan awal juga tidak menunjukkan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. (Suara)

Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan berhati-hati, terutama jika bangunan tempat tinggal sudah memiliki retakan atau kerusakan sebelum gempa.

Bangunan yang mengalami kerusakan perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum kembali digunakan. Warga juga sebaiknya menjauhi bagian bangunan yang berpotensi roboh.

🔖 Baca juga:
Klasemen Timnas Indonesia vs Singapura Terbaru, Lengkap dengan Selisih Gol

Gempa Bantul Tidak Perlu Menimbulkan Kepanikan

Gempa yang terasa cukup jelas dapat membuat masyarakat panik. Namun, kepanikan justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Masyarakat dianjurkan tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Setelah gempa, berbagai isu dapat beredar melalui media sosial, termasuk klaim mengenai gempa susulan atau prediksi gempa besar. Informasi semacam itu sebaiknya tidak langsung dipercaya apabila tidak berasal dari sumber resmi.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Harianjogja.com)

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

Kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ketika gempa terjadi.

Jika berada di dalam rumah saat guncangan berlangsung, lindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh. Berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh dapat menjadi salah satu pilihan.

Jauhi kaca, lemari tinggi, rak, serta benda berat yang mudah roboh. Hindari berlari keluar ketika guncangan masih berlangsung apabila kondisi di sekitar belum aman.

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi diri sendiri dan keluarga. Jika bangunan mengalami kerusakan, segera keluar menuju lokasi yang lebih aman.

Bagi masyarakat yang berada di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang listrik, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi roboh.

Pentingnya Kesiapsiagaan Gempa di Yogyakarta

Gempa Jogja terbaru menjadi pengingat bahwa masyarakat DIY perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap gempa bumi.

Langkah mitigasi dapat dilakukan mulai dari rumah. Perabotan berat sebaiknya ditempatkan pada posisi yang tidak mudah jatuh. Jalur keluar rumah juga perlu dipastikan tidak terhalang barang.

Keluarga dapat menentukan titik berkumpul yang aman dan menyiapkan perlengkapan darurat. Anak-anak juga perlu diberikan pemahaman sederhana mengenai apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa.

Sekolah, kantor, tempat usaha, dan fasilitas umum dapat melakukan simulasi evakuasi secara berkala. Dengan latihan, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi darurat.

Kesiapsiagaan bukan berarti masyarakat harus takut terhadap gempa. Sebaliknya, pengetahuan yang cukup dapat membantu warga mengambil keputusan dengan lebih tenang dan tepat.

Kesimpulan

Gempa Jogja terbaru yang mengguncang Bantul terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.20.57 WIB dengan magnitudo 3,5. BMKG mencatat episenter berada di darat pada koordinat 7,88 LS dan 110,45 BT, sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul, dengan kedalaman 21 kilometer. (Antara News)

Gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Getaran paling kuat mencapai III MMI di Bantul dan Kota Yogyakarta, sementara sejumlah wilayah lain seperti Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang turut merasakan guncangan. (Suara)

Hingga pemantauan awal, belum terdeteksi gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan setelah gempa, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan terbaru dari BMKG.


penulis : erviani

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *