Pemilihan yang Kontroversial
Malago mengalahkan Abete, yang pernah menjadi presiden FIGC periode 2007-2014, dengan perolehan suara yang signifikan. Abete hanya meraih 29,17 persen suara, sedangkan 2,25 persen lainnya memilih abstain. Malago pun resmi menjadi suksesor Gabriele Gravina yang mundur usai Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Tantangan Besar bagi Malago
Malago bukan orang baru di dunia olahraga Italia. Ia merupakan ketua Komite Olimpiade Italia (CONI) pada 2013-2025, yang bertanggung jawab menyelenggarakan Olimpiade musim dingin 2026 di Milan-Cortina pada Februari lalu. Kini, pria 67 tahun itu dihadapkan dengan tugas besar, yakni menjadikan Italia negara yang kembali dihormati dalam kancah sepak bola global usai tiga kali beruntun gagal lolos ke Piala Dunia meski sempat memenangi Piala Eropa lima tahun silam.
MENGAPA & DAMPAK
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia. Oleh karena itu, Malago harus bekerja keras untuk memperbaiki kinerja timnas Italia. Salah satu langkah awal yang akan diambil Malago adalah menunjuk pelatih baru untuk timnas Italia. Sejumlah nama telah mencuat dalam beberapa bulan terakhir, dengan Antonio Conte menjadi kandidat kuat. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Malago, diharapkan ia dapat membawa perubahan positif bagi sepak bola Italia. Italia masih memiliki potensi besar dalam sepak bola, namun perlu kerja keras dan strategi yang tepat untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Italia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Malago masih memiliki jalan panjang untuk memperbaiki kinerja timnas Italia. Ia harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pemain, memperbaiki sistem pelatihan, dan meningkatkan kompetisi domestik. Namun, dengan komitmen dan kerja keras, diharapkan Malago dapat membawa sepak bola Italia kembali ke puncak kejayaan. Dengan terpilihnya Malago sebagai presiden FIGC, diharapkan sepak bola Italia dapat kembali dihormati dalam kancah sepak bola global. Malago harus bekerja keras untuk memperbaiki kinerja timnas Italia dan meningkatkan kualitas sepak bola Italia secara keseluruhan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.