6 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Gita Wirjawan desak kepemimpinan nasional fokus pada integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Apa yang salah dengan pemimpin populer tapi tidak etik?

Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan periode 2011-2014, memberikan peringatan bahwa kepemimpinan masa depan harus berbasis pada etika, bukan hanya popularitas. Menurutnya, bangsa Indonesia harus berhenti terobsesi dengan elektabilitas dan popularitas, dan lebih fokus pada integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Pernyataan ini disampaikan dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal.

Kepemimpinan yang Berbasis pada Etika

Gita Wirjawan menyatakan bahwa Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memimpin kawasan, namun modal tersebut tidak akan berarti tanpa keberanian. Ia menekankan bahwa kepemimpinan mendatang harus ditata ulang, dengan fokus pada integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. “Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas,” tegasnya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam acara tersebut, Gita Wirjawan juga menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan. Ia menyarankan agar pemerintah meningkatkan gaji guru secara revolusioner dan menempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai. “Salah satu cara keluar dari jebakan sensasionalitas dewasa ini adalah dengan investasi secara agresif untuk memperbaiki mutu pendidikan kita,” ujarnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Desakan Gita Wirjawan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pendidikan memiliki dampak yang signifikan ke depan. Menurutnya, generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas dan siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan. “Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas. Mereka harus siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan,” tegasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kepemimpinan yang berbasis pada etika dan pendidikan yang berkualitas adalah jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh bangsa Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pendidikan, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju dan beradab. “Kita harus berani mengikuti jejak bangsa-bangsa yang kuat yang mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapasitas kognisi, dan kemampuan membangun narasi,” ujar Gita Wirjawan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/gita-wirjawan-di-uhn-tegal-kepemimpinan-mendatang-harus-ditata-ulang-jangan-mabuk-elektabilitas-tanpa-etikabilitas-260625m.html, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *