Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dikritik warga Sidrap terkait peninjauan jalan yang dinilai belum menyentuh persoalan utama masyarakat, yakni kerusakan jalan poros Sidrap-Soppeng. Peninjauan yang dilakukan bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, serta sejumlah pejabat terkait, ternyata fokus pada proyek jalan yang sudah mencapai 80 persen progres pembangunannya.
Kunjungan Gubernur Andi Sudirman ke Proyek Jalan
Bersama rombongan, Gubernur Andi Sudirman meninjau progres proyek jalan yang masuk Paket III. Namun, perhatian pemerintah provinsi dinilai belum menyentuh persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan utama masyarakat, yakni kerusakan jalan poros Sidrap-Soppeng yang juga berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek yang ditinjau gubernur ternyata sudah mencapai sekitar 80 persen progres pembangunannya.
Kerusakan Jalan Poros Sidrap-Soppeng Masih Parah
Kerusakan jalan poros Sidrap-Soppeng masih menjadi masalah serius bagi masyarakat. Jalan yang rusak parah dan berlubang memaksa pengguna jalan untuk melambat dan berhati-hati saat melintas. Kondisi ini tidak hanya memperlambat arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan karena banyak lubang tertutup genangan air saat hujan turun. Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, masih menjadi salah satu contoh nyata kerusakan jalan yang masih parah.
Mengapa Perbaikan Jalan Belum Optimal?
Masyarakat Sidrap sudah lama mengeluhkan kerusakan jalan poros Sidrap-Soppeng. Bertahun-tahun warga, sopir angkutan, hingga pelaku usaha berharap pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan menyeluruh. Namun, respons yang diberikan dinilai berjalan lambat dibanding tingkat kerusakan yang terus memburuk. Salah seorang warga Desa Tanete, Asri, mengatakan bahwa kondisi jalan poros Sidrap-Soppeng sudah lama menjadi persoalan. “Jalan ini rusak sudah bertahun-tahun. Kami setiap hari lewat di sini, harus pelan-pelan karena banyak lubang. Kalau hujan turun lebih berbahaya lagi karena lubangnya tidak kelihatan tertutup air. Kami berharap pemerintah provinsi lebih cepat memperbaiki, jangan menunggu rusaknya semakin parah,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kerusakan jalan poros Sidrap-Soppeng yang masih parah tentu berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dampak lainnya adalah potensi kerugian ekonomi yang dialami masyarakat, terutama pelaku usaha yang mengandalkan jalur transportasi ini. Oleh karena itu, perbaikan jalan yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sidrap. Pemerintah provinsi diharapkan dapat memprioritaskan perbaikan jalan ini agar dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah provinsi masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang dalam memperbaiki infrastruktur jalan di Sidrap. Dengan berbagai keluhan masyarakat dan dampak ekonomi yang ditimbulkan, perbaikan jalan poros Sidrap-Soppeng harus menjadi prioritas utama. Perbaikan yang efektif dan efisien dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah provinsi dapat bekerja lebih cepat dan efektif dalam menangani masalah ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/sidrap/1843086/warga-sidrap-sindir-gubernur-andi-sudirman-salah-tinjau-jalan, without altering the facts of the original article.