Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, baru saja menerima penghargaan The Sraya Recognition for Women Empowerment & Inclusive Growth dalam rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) Sraya Nusantara 2026. Acara tersebut digelar di Jakarta pada Jumat, 11 September 2026 oleh media nasional diadona.id. Penghargaan ini khusus diberikan kepada kepala daerah laki‑laki yang kebijakan dan programnya dianggap berdampak signifikan bagi perempuan serta masyarakat rentan.
Penghargaan dan Latar Belakang Kegiatan
Pada malam yang penuh sorotan, Gubernur Kalimantan Selatan menerima anugerah yang menegaskan komitmen daerahnya terhadap pemberdayaan perempuan. APB Sraya Nusantara 2026 dirancang untuk menyoroti tokoh-tokoh yang telah memajukan hak perempuan melalui kebijakan inklusif. Gubernur Muhidin masuk dalam kategori ini karena sejumlah program yang telah diluncurkan, yang secara langsung memperkuat posisi perempuan dalam berbagai sektor.
Program Prioritas yang Berfokus pada Pemberdayaan Perempuan
Dalam kebijakan pembangunan Kalimantan Selatan, Gubernur Muhidin menempatkan empat pilar utama: perlindungan anak, penguatan UMKM, perluasan akses pendidikan, dan layanan dasar. Keempat pilar tersebut diintegrasikan dalam strategi pembangunan daerah yang inklusif. Program prioritas Gubernur Muhidin secara khusus menargetkan perempuan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Melalui kebijakan ini, perempuan diharapkan dapat mengakses peluang ekonomi dan pendidikan yang sebelumnya terbatas.
Program pemberdayaan perempuan meliputi penyediaan pelatihan keterampilan, akses modal mikro, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa dan kabupaten. Di sektor kesehatan, inisiatif untuk memperluas layanan kebidanan dan kesehatan reproduksi juga menjadi bagian penting. Selain itu, program pendidikan menekankan pada peningkatan partisipasi perempuan di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, termasuk penyediaan beasiswa dan fasilitas belajar yang mendukung.
Manfaat dan Dampak Pemberdayaan Perempuan bagi Pembangunan Inklusif
Dengan menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai inti kebijakan, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat terlewatkan satu kelompok saja. Pemberdayaan perempuan berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketika perempuan memiliki akses ke pendidikan dan pelatihan, mereka dapat berperan aktif dalam UMKM, memperluas jaringan ekonomi, dan meningkatkan daya saing daerah.
Dampak jangka panjangnya terlihat dalam peningkatan partisipasi perempuan di sektor formal dan informal. Hal ini juga memicu pergeseran budaya, di mana perempuan menjadi lebih percaya diri dan mandiri. Peningkatan partisipasi perempuan di bidang kesehatan juga menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi.
Program prioritas yang menekankan inklusifitas membantu menutup kesenjangan gender dalam akses layanan dasar. Ketika perempuan memiliki akses yang setara ke pendidikan dan layanan kesehatan, mereka dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Hal ini juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan stabil bagi keluarga, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Reaksi dan Dukungan dari Masyarakat
Reaksi masyarakat terhadap penghargaan ini menunjukkan rasa bangga dan optimisme. Banyak warga Kalimantan Selatan yang merasa bahwa kebijakan Gubernur Muhidin telah membuka pintu bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Mereka menilai bahwa program prioritas yang berfokus pada perempuan telah meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberikan harapan bagi generasi berikutnya.
Organisasi non-pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat juga mengapresiasi upaya Gubernur Kalimantan Selatan. Mereka menyoroti bahwa penghargaan ini menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan.
Penghargaan sebagai Momentum untuk Pembangunan Selanjutnya
Penghargaan The Sraya Recognition for Women Empowerment & Inclusive Growth tidak hanya sekadar simbol, melainkan juga momentum bagi Gubernur Kalimantan Selatan untuk melanjutkan dan memperluas program-program prioritas. Gubernur Muhidin menegaskan bahwa penghargaan ini akan memotivasi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam kebijakan yang mendukung perempuan dan masyarakat rentan.
Ke depan, Gubernur Kalimantan Selatan berencana memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga internasional untuk memperluas akses ke modal, teknologi, dan pelatihan. Dengan demikian, program pemberdayaan perempuan dapat berskala lebih luas dan memberikan dampak yang lebih signifikan pada pembangunan daerah.
Kesimpulan: Pembangunan Inklusif sebagai Pilar Utama
Penghargaan yang diterima Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan komitmen kuat daerahnya terhadap pemberdayaan perempuan dan pembangunan inklusif. Program prioritas yang berfokus pada perempuan, kesehatan, dan pendidikan menunjukkan bahwa kebijakan yang holistik dapat menghasilkan dampak positif bagi seluruh masyarakat. Dengan terus memajukan kebijakan inklusif, Kalimantan Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Semoga berita ini memberikan inspirasi dan pemahaman tentang pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://nasional.tempo.co/read/2119552/tegaskan-komitmen-pembangunan-inklusif-gubernur-kalimantan-selatan-raih-penghargaan-pemberdayaan-perempuan, without altering the facts of the original article.