Berita Hari Ini – 28 April 2026 | Peneliti dari Universitas Hokkaido, Jepang, mengumumkan temuan mengejutkan yang dapat mengubah pemahaman tentang rantai makanan laut pada era Kapur Akhir.
Ukuran Luar Biasa: 19 Meter di Bawah Permukaan
Fosil rahang yang dipelajari menunjukkan bahwa gurita raksasa tersebut dapat mencapai panjang total hampir 20 meter, setara dengan panjang beberapa reptil laut terbesar yang hidup pada masa yang sama. Analisis tomografi pengikisan resolusi tinggi mengungkap detail mikroskopis pada jaringan keras rahang, memperkuat estimasi ukuran tubuh secara keseluruhan.
Metode Penemuan yang Inovatif
Karena tubuh gurita lunak jarang menjadi fosil lengkap, tim peneliti memfokuskan upaya pada bagian rahang yang lebih mudah terawetkan. Sampel diambil dari formasi batuan di wilayah Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada. Dengan bantuan kecerdasan buatan, citra 3D diolah untuk mengekstrak bentuk rahang yang tersembunyi di dalam matriks batuan.
Karakteristik Predatori
Beberapa ciri utama mengindikasikan peran sebagai predator puncak:
- Pola keausan pada ujung rahang menunjukkan hingga 10 persen area terkikis, menandakan gigitan kuat yang sering berinteraksi dengan mangsa keras.
- Retakan, goresan, dan permukaan mengilap mengisyaratkan tekanan mekanis tinggi selama memecahkan cangkang atau kerangka laut.
- Asimetri keausan antara sisi kiri dan kanan mengindikasikan lateralization, sebuah perilaku yang pada hewan modern biasanya terkait dengan pemrosesan saraf maju.
Gabungan bukti ini menegaskan bahwa gurita raksasa bukan sekadar pemulung pasif, melainkan pemburu agresif yang mampu menghancurkan moluska berkapur, krustasea, bahkan mungkin reptil laut kecil.
Implikasi Evolusi dan Rekam Jejak Fossil
Temuan ini menurunkan catatan tertua gurita bersirip (Cirrata) sebesar 15 juta tahun, dan memperpanjang keberadaan gurita secara umum menjadi setidaknya 100 juta tahun. Artinya, gurita telah menjadi bagian integral ekosistem laut sejak periode Kapur Akhir, jauh sebelum kemunculan banyak kelompok invertebrata modern.
Selain memperluas timeline evolusi, penelitian ini menantang paradigma lama yang menempatkan vertebrata seperti reptil laut dan ikan pemangsa sebagai satu-satunya puncak rantai makanan. Invertebrata, khususnya gurita, ternyata mampu mencapai posisi ekologi serupa.
Prospek Penelitian Masa Depan
Tim berharap bahwa kombinasi pencarian fosil digital dan AI akan mengungkap lebih banyak spesimen tersembunyi, memungkinkan rekonstruksi ekosistem purba dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai. Penelitian lanjutan juga akan mengeksplorasi kemungkinan perilaku kompleks seperti penggunaan satu sisi tubuh secara dominan, yang dapat membuka wawasan baru tentang evolusi kecerdasan pada invertebrata.
Secara keseluruhan, penemuan gurita raksasa sepanjang 19 meter menegaskan bahwa laut purba pernah dihuni oleh predator invertebrata yang menakjubkan, menambah dimensi baru pada pemahaman ilmiah tentang kehidupan laut zaman dahulu.