Guru Ngaji Sodomi 24 Murid Laki-Laki, Polisi Ungkap Modus Keji yang Digunakannya
Seorang oknum guru ngaji di Kabupaten Cilacap berinisial WR (39) melakukan pencabulan terhadap puluhan bocah laki-laki. Pelaku ternyata sudah menjalankan aksi bejatnya sejak 2015 dengan iming-iming uang hingga ancaman kepada para korban.
Kronologi Fakta
Wakapolresta Cilacap, AKBP Endro Ariwibowo mengatakan, kasus asusila tersebut terungkap setelah salah satu orang tua korban merasa curiga melihat perubahan sikap anaknya. Korban mendadak enggan pergi mengaji ke masjid lantaran takut bertemu dengan pelaku. Setelah dibujuk secara perlahan oleh orang tuanya, korban akhirnya berani mengaku telah menjadi korban perbuatan tak senonoh dari pelaku WR.
âOrang tua korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mako Polresta Cilacap,â ujarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata wakapolres, aksi keji yang dilakukan pelaku telah menelan korban hingga 24 anak laki-laki yang merupakan murid mengajinya sendiri.
Dalam menjalankan aksi bejatnya, pelaku memanfaatkan posisinya sebagai guru mengaji untuk mendekati korban. Ia menggunakan iming-iming uang dan ancaman untuk memaksa korban melakukan tindakan asusila.
Mengapa & Dampak
Pelaku menggunakan modus keji ini untuk memanfaatkan posisinya sebagai guru mengaji yang dihormati oleh masyarakat. Ia menggunakan kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepada dirinya untuk melakukan tindakan asusila terhadap korban.
Korban-korban yang menjadi sasaran pelaku ini biasanya berusia antara 10-15 tahun. Mereka adalah murid-murid mengaji yang percaya pada pelaku dan menganggapnya sebagai seorang pendidik yang baik.
Tindakan asusila ini tidak hanya merusak kehormatan korban, tetapi juga merusak kepercayaan mereka terhadap guru-guru lainnya. Korban-korban ini mungkin akan memiliki trauma yang berkepanjangan dan sulit untuk pulih dari tindakan asusila ini.
Penutup
Polisi telah menangkap pelaku dan akan menjalani proses hukum. Korban-korban juga akan menerima bantuan dan perlindungan dari pihak berwajib.
Kejadian ini menunjukkan bahwa tindakan asusila masih marak terjadi di masyarakat. Kita harus meningkatkan kesadaran dan kepekaan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tindakan asusila ini.
Demikian informasi tentang kasus asusila guru ngaji di Kabupaten Cilacap. Semoga informasi ini dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat tentang permasalahan asusila ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.