6 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Hamas berkomitmen melucuti senjata untuk membangun damai, tapi apakah ini hanya awal? Apakah langkah ini akan berhasil dan membawa perdamaian yang sebenarnya?

**Hamas Berkomitmen: Melucuti Senjata untuk Membangun Damai, Tapi Apakah Ini Hanya Awal?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Hamas menyetujui “perlucutan senjata total” setelah mencapai kesepakatan dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Donald Trump. Dewan tersebut menyatakan perlucutan senjata Hamas merupakan “terobosan bersejarah”. Lebih lanjut, dewan itu mengklaim perlucutan senjata akan “disusul oleh penarikan Israel dari Gaza”. Namun, Israel belum memberikan tanggapan publik terhadap rencana tersebut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta pertama, Hamas menyetujui perlucutan senjata total, merupakan langkah signifikan dalam upaya membangun damai di Gaza. Dewan Perdamaian mengklaim bahwa perlucutan senjata akan disusul oleh penarikan Israel dari Gaza, namun Israel belum memberikan tanggapan publik terhadap rencana tersebut. Seorang pejabat AS mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Trump akan “sangat kecewa” jika Israel memutuskan untuk tidak menarik diri dari Gaza—sebuah syarat kesepakatan Israel dan Hamas dalam rencana perdamaian Trump, yang diumumkan pada bulan Oktober. Fakta kedua, pelucutan senjata akan dimulai dari kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil. Setelah itu, barulah Hamas membongkar infrastruktur militer berskala besar miliknya, mulai dari jaringan terowongan, gudang senjata, hingga fasilitas produksi—sebuah proses yang mereka akui akan memakan waktu jauh lebih lama. Setelah tahapan tersebut selesai, otoritas Palestina yang baru akan memegang kendali penuh atas persenjataan di Gaza, termasuk persenjataan milik kepolisian Hamas di Gaza. Fakta ketiga, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai penarikan pasukan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejauh ini kurang menunjukkan keinginan untuk menarik pasukannya secara permanen dari Gaza. Dia menghadapi tekanan dari mitra koalisi sayap kanan yang telah lama menentang langkah tersebut. Ada banyak pertanyaan operasional juga, seperti kepada siapa pasukan Israel menyerahkan kendali? Apakah zona penyangga yang dikenal sebagai Garis Kuning akan dimasukkan dalam penarikan pasukan? **Apa Artinya Ini ke Depan?** Langkah ini diambil tak lama setelah Hamas menyelesaikan pemilihan pemimpin yang mengantarkan Khalil al-Hayya ke pucuk pimpinan gerakan tersebut. Para pejabat Palestina yang terlibat dalam perundingan tersebut meyakini bahwa kepemimpinan baru siap mengambil keputusan paling penting dalam sejarah Hamas, yang dilatarbelakangi oleh kondisi kemanusiaan nan memprihatinkan yang dihadapi lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pengumuman tersebut tidak disambut antusias oleh masyarakat di Gaza, kata koresponden BBC di Gaza, Rushdi Abualouf, yang melaporkan dari Kairo. “Setelah bertahun-tahun gencatan senjata yang gagal dan kesepakatan yang runtuh, banyak warga Palestina menjadi sangat skeptis terhadap terobosan politik baru,” tulisnya. “Bagi banyak orang, kepercayaan terhadap Hamas dan Israel tetap rendah, karena kesepakatan-kesepakatan sebelumnya berulang kali gagal sebelum memberikan perbaikan yang berarti di lapangan.” Melalui unggahan di Truth Social, Trump menjelaskan bahwa perjanjian tersebut akan dieksekusi secara bertahap. Pemerintah AS menekankan bahwa cetak biru perdamaian ini dirancang dengan prinsip “tanpa kepercayaan” dan verifikasi ketat. Artinya, baik Hamas maupun Israel dilarang beranjak ke tahap berikutnya sebelum masing-masing pihak benar-benar merampungkan kewajibannya. Pada akhirnya, semua senjata pribadi di Gaza harus “ditangani” sesuai hukum Palestina. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai penarikan pasukan Israel, termasuk siapa pasukan Israel menyerahkan kendali dan apakah zona penyangga yang dikenal sebagai Garis Kuning akan dimasukkan dalam penarikan pasukan. Namun, jika kesepakatan ini berhasil diimplementasikan, ini akan menjadi “langkah kredibel pertama” menuju penghentian pertikaian di Gaza, yang berlangsung hampir tiga tahun.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c98vlyge2ego?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *