9 Juli 2026
featured_image

Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat
Harga garam anjlok, petani garam di Cirebon rugi besar meski panen raya melimpah. Bagaimana nasib mereka di tengah minimnya pembeli?

Harga Garam Anjlok, Petani Menjerit

Petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, menghadapi masalah besar. Harga garam yang terus menurun dan hasil panen yang sulit terjual karena minimnya pembeli membuat mereka merugi. Padahal, produksi garam tahun ini tergolong baik berkat cuaca yang mendukung proses kristalisasi.

Warno, salah seorang petani garam di desa tersebut, mengatakan bahwa harga garam krosok kini hanya berkisar Rp 1.200 per kilogram. Padahal, pada awal Juni 2026, harga garam sempat mencapai Rp 1.500 per kilogram. “Mulai stabil garam sih, tapi harganya agak merosot sedikit. Sekarang Rp 1.200 per kilo. Dulu sempat Rp 1.500. Sekarang banyak petani yang sudah mulai ngerok atau panen, jadinya harga turun,” ujarnya.

Apa yang Terjadi?

Menurut Warno, penurunan harga dipicu melimpahnya pasokan garam dari berbagai daerah yang memasuki masa panen secara bersamaan. Akibatnya, pembeli memiliki banyak pilihan sehingga harga di tingkat petani ikut tertekan. “Awal bulan enam sempat Rp 1.500 per kilo. Waktu itu yang panen masih sedikit. Saya biasanya termasuk yang paling awal ngerok. Sekarang sudah banyak yang panen, jadi harganya turun,” ucapnya.

Bukan hanya harga yang menurun, Warno mengaku hingga kini hasil panennya juga belum banyak terserap pasar. Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih menyimpan garam sambil menunggu harga kembali membaik. Di tengah terik matahari, aktivitas memanen garam tetap berlangsung. Dengan menggunakan penggaruk berbahan kayu yang dipasang pada gagang bambu panjang, Warno perlahan mengumpulkan kristal garam yang mengendap di atas alas geomembrane berwarna hitam.

Mengapa dan Dampak

Masalah yang dihadapi petani garam di Desa Rawaurip ini merupakan konsekuensi dari meningkatnya produksi garam di berbagai daerah. Dengan harga yang rendah, petani garam harus berpikir keras untuk mendapatkan keuntungan. “Kami berharap pemerintah dapat membantu meningkatkan harga garam dan memberikan dukungan kepada petani garam,” ungkap Warno.

Kondisi ini juga berdampak pada kehidupan petani garam dan keluarganya. Dengan harga yang rendah, mereka harus mengurangi pengeluaran dan berhemat. “Kami berharap ada solusi untuk masalah ini, agar kami dapat hidup lebih sejahtera,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Petani garam di Desa Rawaurip masih harus menempuh jalan panjang untuk meningkatkan harga garam dan meningkatkan pendapatannya. Dengan kerja sama dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan petani garam dapat meningkatkan kesejahteraannya. “Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas garam dan meningkatkan pendapatannya,” ungkap Warno.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177995/panen-raya-melimpah-tapi-harga-anjlok-petani-garam-di-cirebon-menjerit-sulit-cari-pembeli, without altering the facts of the original article.

Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *