Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Daging
Kenaikan harga daging dipicu kombinasi pasokan yang ketat di sejumlah negara eksportir utama, permintaan impor yang tetap kuat, serta gangguan akibat penyakit hewan dan ketegangan geopolitik. Daging unggas masih menjadi motor utama pertumbuhan produksi global karena harganya relatif lebih murah dibanding jenis daging lain. Namun, pasokan daging sapi dan domba diperkirakan tetap ketat akibat proses pemulihan populasi ternak di sejumlah negara produsen besar.
Kenaikan Harga Daging di Berbagai Negara
Harga daging sapi internasional melonjak 5,8 persen sepanjang Januari-Mei 2026 akibat berkurangnya pasokan ternak siap potong di Brasil serta tingginya permintaan dari AS dan China. Selain sapi, harga daging babi global naik 5,2 persen, sedangkan harga daging domba meningkat 3,6 persen. Sementara itu, harga daging unggas hanya naik tipis 1,4 persen karena pasokan masih relatif melimpah meski permintaan terus bertambah.
Dampak Ketegangan Geopolitik dan Penyakit Hewan
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memperbesar tekanan harga. Konflik di kawasan tersebut mengganggu jalur pelayaran dan logistik internasional, mendorong kenaikan biaya energi, transportasi, serta pakan ternak. Ancaman penyakit hewan juga masih membayangi industri peternakan global, seperti penyebaran demam babi afrika (african swine fever/ASF) yang masih mengganggu produksi di sejumlah negara.
Apa Artinya Ini bagi Industri Peternakan?
Kenaikan harga daging ini memiliki dampak signifikan bagi industri peternakan. Produksi daging sapi dunia diperkirakan turun 0,8 persen menjadi 76,9 juta ton, sementara produksi daging domba juga diproyeksikan turun 0,8 persen menjadi 18,6 juta ton. Sebaliknya, produksi daging unggas diperkirakan meningkat 2,5 persen menjadi 160,3 juta ton. China diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kenaikan harga daging ini masih akan berlanjut di 2026. Oleh karena itu, industri peternakan harus terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan meningkatkan efisiensi produksi untuk menghadapi tantangan ke depan. Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan masalah ketegangan geopolitik dan penyebaran penyakit hewan untuk memastikan stabilitas harga daging.