21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Harga daging ayam dan sapi diprediksi tetap mahal di 2026 akibat pasokan ketat dan permintaan impor yang kuat. Simak bagaimana kondisi ini akan berdampak pada konsumen dan industri pangan!

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Daging

Kenaikan harga daging dipicu kombinasi pasokan yang ketat di sejumlah negara eksportir utama, permintaan impor yang tetap kuat, serta gangguan akibat penyakit hewan dan ketegangan geopolitik. Daging unggas masih menjadi motor utama pertumbuhan produksi global karena harganya relatif lebih murah dibanding jenis daging lain. Namun, pasokan daging sapi dan domba diperkirakan tetap ketat akibat proses pemulihan populasi ternak di sejumlah negara produsen besar.

Kenaikan Harga Daging di Berbagai Negara

Harga daging sapi internasional melonjak 5,8 persen sepanjang Januari-Mei 2026 akibat berkurangnya pasokan ternak siap potong di Brasil serta tingginya permintaan dari AS dan China. Selain sapi, harga daging babi global naik 5,2 persen, sedangkan harga daging domba meningkat 3,6 persen. Sementara itu, harga daging unggas hanya naik tipis 1,4 persen karena pasokan masih relatif melimpah meski permintaan terus bertambah.

🔖 Baca juga:
Ekonomi Nasional Stagnan, Kementerian Ungkap Upaya Dongkrak Produktivitas

Dampak Ketegangan Geopolitik dan Penyakit Hewan

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memperbesar tekanan harga. Konflik di kawasan tersebut mengganggu jalur pelayaran dan logistik internasional, mendorong kenaikan biaya energi, transportasi, serta pakan ternak. Ancaman penyakit hewan juga masih membayangi industri peternakan global, seperti penyebaran demam babi afrika (african swine fever/ASF) yang masih mengganggu produksi di sejumlah negara.

🔖 Baca juga:
Kenaikan BBM Pengaruhi Tarif Bus dan Travel di Pontianak

Apa Artinya Ini bagi Industri Peternakan?

Kenaikan harga daging ini memiliki dampak signifikan bagi industri peternakan. Produksi daging sapi dunia diperkirakan turun 0,8 persen menjadi 76,9 juta ton, sementara produksi daging domba juga diproyeksikan turun 0,8 persen menjadi 18,6 juta ton. Sebaliknya, produksi daging unggas diperkirakan meningkat 2,5 persen menjadi 160,3 juta ton. China diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

🔖 Baca juga:
KUD: Andalan Swasembada Pangan yang Kini Banyak yang Mati Suri

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kenaikan harga daging ini masih akan berlanjut di 2026. Oleh karena itu, industri peternakan harus terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan meningkatkan efisiensi produksi untuk menghadapi tantangan ke depan. Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan masalah ketegangan geopolitik dan penyebaran penyakit hewan untuk memastikan stabilitas harga daging.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *