Berita Hari Ini – 08 April 2026 | Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada Jumat, 3 April 2026. Harga satu gram turun sebesar Rp65.000, menjadi Rp2.500.000 per gram, menandai penurunan terbesar dalam beberapa minggu terakhir.
Pergerakan Harga Antam dalam Sepekan Terakhir
Setelah sempat menguat pada awal April, ketika harga 1 gram mencapai Rp2.850.000 (kenaikan Rp19.000 dibandingkan hari sebelumnya), pasar emas Antam berbalik arah. Pada Selasa, 7 April 2026, harga jual kembali (buy‑back) tercatat Rp2.569.000 per gram, naik Rp19.000, namun pada Jumat yang sama harga spot kembali melorot.
- 6 April 2026: Rp2.831.000 per gram (penurunan sebelumnya).
- 7 April 2026: Rp2.850.000 per gram (kenaikan Rp19.000).
- 3 April 2026: Rp2.500.000 per gram (penurunan Rp65.000).
Penyebab Penurunan Harga
Beberapa faktor berkontribusi pada penurunan ini. Harga emas dunia tetap stabil, bahkan sedikit turun menjadi US$4.640,93 per ons, karena investor menunggu perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve. Ketidakpastian pasar energi dan tekanan inflasi membuat emas kurang menarik sebagai safe‑haven, sementara ekspektasi suku bunga tinggi menurunkan daya tariknya.
Selain faktor global, kondisi domestik juga berperan. Permintaan ritel di Indonesia mengalami penurunan setelah periode menjelang Hari Raya Paskah, yang biasanya meningkatkan pembelian emas sebagai investasi dan hadiah. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar turut menekan harga emas dalam mata uang lokal.
Dampak Pajak Terhadap Harga Akhir
Transaksi jual beli emas batangan Antam dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Tarif untuk pemegang NPWP sebesar 0,25 % dan untuk non‑NPWP sebesar 0,5 %. Karena pajak dipotong pada saat transaksi, harga yang tercantum di pasar belum termasuk beban pajak tersebut. Dengan harga jual Rp2.500.000 per gram, pembeli dengan NPWP akan membayar sekitar Rp2.506.250, sementara tanpa NPWP totalnya menjadi Rp2.512.500.
Rekomendasi bagi Investor
Bagi investor yang menimbang pembelian emas Antam, penurunan harga ini dapat menjadi peluang masuk bagi yang mengincar aset logam mulia dengan harga lebih rendah. Namun, perlu diingat bahwa volatilitas jangka pendek masih tinggi, terutama dipengaruhi oleh kebijakan moneter global dan situasi geopolitik. Investor sebaiknya memperhatikan tren harga dunia, kebijakan suku bunga AS, serta dinamika pasar domestik sebelum melakukan keputusan besar.
Secara keseluruhan, penurunan Rp65.000 pada harga 1 gram emas Antam mencerminkan interaksi kompleks antara faktor internasional dan domestik. Meskipun harga turun, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama menjelang perayaan keagamaan dan hari raya. Pemantauan terus‑menerus terhadap perkembangan pasar akan menjadi kunci bagi para pelaku pasar untuk mengoptimalkan strategi investasi mereka.