Harga Emas Anjlok ke Level Terendah
Harga emas dunia merosot tajam pada perdagangan Rabu dan sempat menembus level psikologis US$ 4.000 per troy ons. Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Harga emas di pasar spot turun 2,9% menjadi US$ 3.981,21 per troy ons setelah menyentuh level terendah sejak November 2025.
Apa yang Terjadi?
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Ketika dolar menguat, emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaannya cenderung menurun. Di sisi lain, pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini. Keyakinan tersebut menguat setelah bank sentral AS mengadopsi nada yang lebih agresif (hawkish) dalam pertemuan kebijakan moneternya terbaru, ditambah kekhawatiran inflasi yang masih membayangi akibat dampak perang Iran terhadap pasar energi global.
Mengapa dan Dampak
Kombinasi sikap hawkish The Fed, penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, serta menurunnya ekspektasi inflasi memberikan tekanan besar terhadap pasar logam mulia. Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (yield). Karena itu, ketika suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan return lebih tinggi seperti obligasi atau deposito. Namun, harga emas masih memiliki area dukungan kuat di bawah level US$ 3.900 per troy ons. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara masih berlangsung sehingga potensi kejatuhan harga yang lebih dalam dinilai relatif terbatas.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Fokus investor kini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang akan diumumkan Kamis waktu setempat. Data PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan kerap dijadikan acuan dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika data ekonomi memperkuat argumentasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi atau lebih cepat, maka risiko penurunan harga emas masih cukup besar. Harga emas sendiri telah terkoreksi lebih dari US$ 1.600 per troy ons sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.594,82 per troy ons pada akhir Januari 2026. Lembaga keuangan global ING juga memangkas proyeksi harga emas untuk sisa tahun ini. ING kini memperkirakan harga emas rata-rata berada di kisaran US$ 4.300 per troy ons pada kuartal III 2026 dan naik menjadi US$ 4.600 per troy ons pada kuartal IV 2026.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7974072/harga-emas-anjlok-lagi-ke-level-terendah, without altering the facts of the original article.