27 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Harga ikan melonjak drastis di Pasar Eks Sentral Lama Bone akibat minimnya hasil tangkapan nelayan. Apa penyebab hasil tangkapan ikan nelayan Bone menurun?

Harga Ikan Melonjak di Bone

Harga ikan melonjak di Pasar Eks Sentral Lama, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kenaikan harga ini disebabkan oleh menurunnya hasil tangkapan nelayan lokal. Salah seorang nelayan Bone, Dindong, mengeluhkan hasil tangkapan ikannya yang menurun drastis.

Hasil tangkapan ikan nelayan di Bone menurun drastis. Dindong, nelayan asal Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, mengatakan bahwa kondisi cuaca di perairan Bone kini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan terakhir. Namun, hasil tangkapan ikan belum kunjung meningkat. Menurutnya, saat ini belum memasuki musim ikan.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Anjlok Imbas Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Mengapa Hasil Tangkapan Menurun?

Dindong menjelaskan bahwa saat musim ikan tiba, hasil tangkapannya bisa mencapai lima hingga 10 peti dalam sekali melaut. Namun, saat ini hasil tangkapan paling banyak hanya dua peti. “Makkokue liwa ni ega ku dua petti uruntu. Biasanya ta lima atau sepuluh petti,” katanya.

Minimnya hasil tangkapan tersebut berdampak pada kenaikan harga ikan di pasar. Udang basah ukuran sedang dijual Rp75 ribu per kilogram. Ikan kembung, katampa, dan baronang masing-masing dijual Rp80 ribu per kilogram.

Dampak Kenaikan Harga Ikan

Kenaikan harga ikan ini tentu berdampak pada masyarakat, terutama yang bergantung pada ikan sebagai sumber protein. “Apa artinya ini ke depan? Apakah nelayan akan terus mengalami kesulitan dalam mencari ikan?” tanya seorang pedagang ikan di pasar.

🔖 Baca juga:
Luthfi Ungkap PRPP Rugi Besar sejak 2024, Kini Incar Investor untuk Pembiayaan

Menurut Dindong, nelayan Bone masih berharap bahwa hasil tangkapan ikan akan meningkat ketika musim ikan tiba. “Magelloni cuaca e, ne makurang tikkengeng e. Tenniapi wettuna bale’e uleng asserapi sibawa uleng sepulo,” ujarnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kenaikan harga ikan di Bone masih menjadi perhatian serius. Nelayan dan pedagang ikan berharap bahwa hasil tangkapan ikan akan meningkat dan harga ikan dapat kembali normal. “Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah meningkatkan hasil tangkapan ikan dan menjaga kestabilan harga ikan di pasar,” kata seorang nelayan.

Saat ini, nelayan Bone masih berusaha untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. Dengan kondisi cuaca yang lebih baik, diharapkan hasil tangkapan ikan dapat meningkat dan harga ikan dapat kembali normal.

🔖 Baca juga:
Investor Patriot Bond Dapat Perlindungan Khusus, Apa Kelebihannya?

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/bone/1843499/nelayan-di-bone-keluhkan-hasil-tangkapan-menurun-harga-ikan-tembus-rp80-ribu-per-kg, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *