Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifHarga telur dan ayam hidup di Indonesia anjlok, membuat peternak di berbagai daerah mengeluh. Harga telur yang saat ini hanya sekitar Rp17.000-Rp18.000 per kilogram dan ayam hidup yang hanya sekitar Rp13.000 per kilogram dinilai jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Anjloknya harga ini membuat peternak ayam pedaging dan petelur di Solo Raya menggelar aksi mandi telur di Bundaran Gladak, Solo, Selasa (07/07).
Aksi Protes Peternak
Aksi tersebut diikuti oleh puluhan peternak ayam pedaging dan petelur dari Solo, Klaten, Karanganyar, dan Sukoharjo. Mereka menyiram tubuhnya dengan telur mentah di atas bak mobil terbuka sebagai simbol kondisi peternak yang tengah terpuruk. Selain mandi telur, peternak juga membagikan ayam hidup kepada warga dan puluhan kilogram telur rebus secara gratis kepada pengendara roda dua maupun roda empat.
Kerugian Peternak
Anggota Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya, Parjuni, mengatakan bahwa peternak Solo Raya sudah dua bulanan ini merugi, dengan kerugian yang tidak main-main, bahkan mencapai ratusan juta rupiah. Menurut Parjuni, persoalan yang dihadapi peternak bukan hanya soal harga jual, tetapi juga kebijakan pemerintah dalam mengatur pasokan. Salah satu yang disorot adalah impor Grand Parent Stock (GPS) atau bibit induk ayam tingkat tertinggi yang menurutnya harus dikendalikan lebih ketat.
Mengapa dan Dampak
Menurut pengamat ekonomi, kombinasi oversupply, berhentinya sementara sebagian operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah, dan meningkatnya biaya produksi telah memperparah tekanan terhadap peternak. Kondisi ini dipicu oleh kelebihan pasokan, melemahnya konsumsi masyarakat, dan kebijakan tata kelola sektor perunggasan yang dinilai belum mampu menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar. Dampaknya, peternak khawatir akan gulung tikar jika kondisi ini terus berlanjut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Peternak berharap harga ayam dan telur bisa kembali berada di atas HPP. Saat ini HPP telur disebut sudah mencapai Rp23.000 per kilogram, sedangkan HPP ayam broiler berkisar Rp19.500-Rp20.000 per kilogram. Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi masuknya investor baru yang tidak memiliki latar belakang usaha perunggasan karena dikhawatirkan memicu kelebihan pasokan. Dengan demikian, peternak berharap pemerintah dapat membantu mereka keluar dari kesulitan ini dan menjaga keseimbangan pasar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c982vpv3rjzo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.