Sebuah video yang memperlihatkan sedan listrik BMW i5 diamuk massa viral di media sosial. Mobil dengan pelat B 77 NRI itu terlihat rusak parah, namun tetap melaju di Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat. Kejadian ini bermula ketika BMW i5 menabrak seorang pengemudi motor yang mengakibatkan luka-luka.
Kronologi Kejadian
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengatakan peristiwa terjadi pada pukul 08.15 WIB pagi tadi. Sedan tersebut menabrak pemotor yang mengakibatkan pengemudinya luka-luka. Sebelum kecelakaan terjadi, BMW itu tengah melintas di Jalan Meruya Selatan dari arah utara ke selatan. Hingga akhirnya tiba di lokasi kejadian, sedan itu menabrak pemotor yang datang dari arah sebaliknya.
Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki dan berobat ke RSUD Kembangan. Adapun dari laman Informasi Data Kendaraan dan Pajak Kendaraan Bermotor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masa pajak sedan listrik BMW i5 itu ternyata habis.
Identitas Pengemudi dan Kondisi Mobil
Diketahui mobil dengan pelat B 77 NRI itu merupakan kendaraan pertama atas nama perorangan. Untuk tipenya adalah BMW i5 M60 XDrive lansiran tahun 2024 berkelir abu-abu tua. Mobil tergolong mewah dengan nilai jual terdaftar Rp 2,571 miliar dan SWDKLLJ Rp 143 ribu. Seperti mobil listrik pada umumnya, pajaknya gratis namun hanya membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu.
Namun, karena pajaknya jatuh tempo pada 23 April 2026, maka ada denda yang harus dibayar sebesar Rp 35 ribu. Maka untuk melakukan pengesahan tahunan, biayanya sebesar Rp 178 ribu.
Mengapa dan Dampak
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kesadaran pengemudi dalam berkendara. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya memperhatikan kondisi kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Kejadian ini juga dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik dan keamanan berkendara. Oleh karena itu, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan memastikan bahwa pengemudi bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan berkendara harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan berkendara, serta memastikan bahwa kendaraan yang digunakan dalam kondisi baik dan sesuai dengan aturan lalu lintas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.