Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk Dapur MBG Bakal Disetop, BGN Ungkap Alasan di Balik Keputusan Ini
Pemerintah telah menetapkan skema pemberian insentif kepada setiap SPPG (Suku Pemangku Pemerintahan) dalam Program MBG (Masyarakat Bhakti Ganesha). Skema tersebut memberikan insentif kepada setiap SPPG selama 313 hari dalam setahun, dengan perhitungan yang didasarkan pada jumlah hari dalam setahun yang dikurangi hari Minggu. Hal ini berarti bahwa insentif tetap diberikan pada hari libur nasional maupun masa libur sekolah.
Wakil Kepala BGN (Biro Khusus Pembantu Negara) Agustina Arumsari mengatakan bahwa jajaran pimpinan BGN saat ini tengah melakukan pembenahan terhadap berbagai kebijakan dalam pelaksanaan Program MBG. Termasuk skema pemberian insentif kepada SPPG. “Sekarang kami dalam posisi untuk yuk kita benahi,” ujarnya.
Pernyataan Agustina ini berarti bahwa BGN akan melakukan perubahan pada skema pemberian insentif kepada SPPG. Alasan utama perubahan ini adalah karena skema yang ditetapkan oleh pimpinan BGN sebelumnya tidaklah tepat. “Dari 365 hari dikurangi 52 hari Minggu dalam setahun. Artinya, mau Natal, mau Lebaran, mau libur sekolah, mau Iduladha, tetap diberikan. Ini secara substansi rasanya pada common sense kita tidak pas,” kata Agustina dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.
Dengan perubahan ini, diharapkan bahwa pemberian insentif kepada SPPG akan menjadi lebih tepat dan efektif. Selain itu, perubahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.
Namun, perlu diingat bahwa perubahan ini belum sepenuhnya diputuskan. BGN masih dalam proses pembahasan dan perubahan yang lebih lanjut. Oleh karena itu, perlu diikuti perkembangan terbaru dari BGN mengenai perubahan skema pemberian insentif kepada SPPG.
Demikian informasi ini, semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8581008/insentif-rp-6-juta-per-hari-untuk-dapur-mbg-bakal-disetop-bgn-bilang-gini, without altering the facts of the original article.