Jude Bellingham, gelandang Timnas Inggris, menjadi sorotan setelah insiden kontroversialnya dengan pemain Ghana, Jordan Ayew, saat pertandingan Grup J Piala Dunia 2026. Insiden tersebut terjadi ketika Bellingham tertangkap kamera berbicara dengan Ayew sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Aksi ini memicu perdebatan tentang konsistensi penerapan aturan oleh FIFA.
Apa yang Terjadi?
Bellingham membela Timnas Inggris saat menghadapi Ghana di matchday kedua Grup J, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB, yang berakhir tanpa gol. Selama pertandingan, Bellingham terlibat ketegangan dengan staf pelatih dan pemain Ghana beberapa kali. Yang paling mencolok adalah ketika dia berbicara dengan kapten Ghana, Jordan Ayew, sambil menutup mulut dengan tangannya. Insiden ini menjadi sorotan karena beberapa hari sebelumnya, gelandang Paraguay, Miguel Almiron, mendapat kartu merah karena tindakan serupa.
Mengapa & Dampak
Almiron menjadi pemain pertama yang diusir dalam sejarah Piala Dunia pada 20 Juni karena melanggar aturan yang melarang pemain menutup mulut saat berbicara kepada lawan. Aturan ini diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026 setelah insiden yang melibatkan bek Benfica Gianluca Prestiani dan penyerang Real Madrid Vinicius Junior di Liga Champions musim lalu. Namun, Bellingham lolos dari kartu merah, membuat publik bertanya-tanya soal konsistensi FIFA dalam menerapkan aturan tersebut.
Federasi Sepak Bola Paraguay (APF) berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA, dengan alasan bahwa peraturan baru tersebut tidak diterapkan secara adil kepada semua tim. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana FIFA akan menangani situasi serupa di masa depan dan bagaimana mereka akan memastikan konsistensi dalam penerapan aturan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini memiliki dampak besar pada Timnas Inggris dan Ghana, serta pada Piala Dunia 2026 secara keseluruhan. Bagi Bellingham dan Timnas Inggris, ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana menjaga profesionalisme dan menghormati aturan. Bagi Ghana, kejadian ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan performa mereka di turnamen. Bagi FIFA, kejadian ini menjadi tantangan untuk memastikan bahwa aturan diterapkan secara adil dan konsisten.
Jude Bellingham dan Timnas Inggris masih memiliki jalan panjang di Piala Dunia 2026. Dengan kejadian ini, mereka harus lebih fokus dan disiplin dalam pertandingan selanjutnya. Sementara itu, FIFA harus memastikan bahwa aturan diterapkan secara konsisten untuk menjaga integritas turnamen.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/juara-bola-dunia-2026/bola-dunia/d-8546226/bellingham-tutup-mulut-kok-gak-dapat-kartu-merah, without altering the facts of the original article.