6 Juli 2026
Iran Tuduh AS Salah Sasaran Serangan di Selat Hormuz, 5 Warga Tewas

Iran Tuduh AS Salah Sasaran Serangan di Selat Hormuz, 5 Warga Tewas

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 07 Mei 2026 | Berikut adalah liputan langsung dari konflik antara Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Konflik di Selat Hormuz: Iran Tuduh AS Salah Sasaran Serangan

Pemerintah Iran menuduh militer Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan mematikan terhadap kapal sipil di Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026). Insiden tersebut dilaporkan telah menewaskan lima orang warga sipil.

Iran mengklaim bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi militer AS yang dijuluki "Project Freedom" untuk mengamankan lalu lintas Selat Hormuz. Namun, Iran menuduh AS telah salah sasaran dan menyerang kapal sipil yang tidak berpartisipasi dalam operasi militer.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal yang diserang bukanlah kapal milik Garda Revolusi Islam (IRGC). Kedua kapal tersebut merupakan perahu pengangkut barang dan penumpang yang berlayar dari Khasab, Oman, menuju pesisir Iran.

"Pasukan AS menyerang dua perahu kecil yang membawa warga sipil dalam perjalanan menuju pesisir Iran. AS harus dimintai pertanggungjawaban penuh atas kejahatan ini," ungkap seorang komandan militer Iran, dilansir Al Jazeera.

Tuduhan ini membantah klaim awal Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyatakan pasukannya telah menghancurkan enam kapal cepat Iran. Militer AS sebelumnya menuduh kapal Iran tersebut telah bermanuver mengancam keselamatan pelayaran komersial.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa krisis politik di kawasan tidak bisa diselesaikan melalui jalur konfrontasi militer.

Gelombang eskalasi dengan cepat menjalar dan memicu serangan terhadap negara sekutu AS di kawasan Teluk. Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan rentetan serangan drone dan rudal balistik telah menghantam fasilitas kilang minyak utama mereka di Fujairah.

Kebakaran besar melanda fasilitas energi krusial tersebut dan melukai tiga orang pekerja asal India. Sementara itu, sebuah kapal kargo milik Korea Selatan juga melaporkan insiden ledakan di area ruang mesin saat melintasi Selat Hormuz.

CENTCOM menuduh Iran sebagai dalang di balik kekacauan ini. Di sisi lain, otoritas Iran balik menuding operasi militer AS sebagai penyebab utama ketidakstabilan.

"Republik Islam tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang disebutkan, dan apa yang terjadi adalah hasil dari aksi militer AS yang menciptakan jalur transit ilegal melalui perairan terlarang di Selat Hormuz," kata seorang pejabat Iran, dilansir Al Jazeera.

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam pemerintah Iran. Ia berjanji akan menghapus Iran dari muka bumi jika mereka berani menargetkan kapal AS yang sedang beroperasi.

Militer AS mengklaim dua kapal komersial berbendera Amerika telah berhasil melewati blokade selat dengan pengawalan kapal perusak. Namun, pihak IRGC kembali membantah klaim AS.

Rangkaian bentrokan terbaru membuat masa depan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan berada di ujung tanduk. Penutupan Selat Hormuz sendiri telah memicu lonjakan harga komoditas energi global dan menumbuhkan kekhawatiran resesi ekonomi.

Iran Umumkan Kondisi Baru di Hormuz untuk Pelayaran Aman

Garda Revolusi Iran Angkatan Laut menyampaikan apresiasi kepada para kapten dan pemilik kapal yang beroperasi di Teluk Persia dan Laut Oman karena disebut mematuhi regulasi Iran saat melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan IRGC Navy dalam pesan resmi pada Rabu (6/5/2026), yang ditujukan kepada pelaku pelayaran di kawasan tersebut.

"Kami mengapresiasi kerja sama para kapten dan pemilik kapal yang beroperasi di Teluk Persia dan Laut Oman dalam melintasi Selat Hormuz sesuai dengan regulasi Iran, serta partisipasi yang baik dalam menjaga keamanan maritim di kawasan," demikian pernyataan IRGC Navy, dikutip dari kantor berita Tasnim.

IRGC juga menyebut, dengan berakhirnya ancaman dari pihak yang disebut sebagai agresor, kondisi baru kini tengah dibangun untuk menjamin pelayaran yang aman dan stabil di Selat Hormuz.

"Dengan berakhirnya ancaman dan di bawah prosedur baru, kondisi untuk pelayaran yang aman dan berkelanjutan di Selat Hormuz akan terbentuk," lanjut pernyataan tersebut.

Penutupan Selat Hormuz sendiri telah memicu lonjakan harga komoditas energi global dan menumbuhkan kekhawatiran resesi ekonomi.

Presiden AS Donald Trump pun menyebut AS dan Iran telah melakukan pembicaraan "sangat baik" dalam 24 jam terakhir terkait peluang kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak Februari 2026.

"(Iran) ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dalam 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan," kata Trump kepada wartawan di Oval Office, Rabu (6/5/2026), dikutip dari Reuters.

Perundingan ini terjadi di tengah meningkatnya dinamika negosiasi antara kedua negara.

Sebelumnya, ia sempat terdengar lebih pesimistis melalui unggahan di Truth Social, bahkan mengancam akan melanjutkan kampanye serangan militer terhadap Iran jika pembicaraan gagal mencapai hasil.

Penutupan Selat Hormuz sendiri telah memicu lonjakan harga komoditas energi global dan menumbuhkan kekhawatiran resesi ekonomi.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *