**Jadwal Puasa Ayyamul Bidh: Ketentuan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah** Pemerintah dan organisasi agama Islam di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, memiliki ketentuan yang berbeda dalam menetapkan jadwal puasa Ayyamul Bidh. Perbedaan ini terjadi karena masing-masing pihak memiliki sistem penanggalan Hijriah yang berbeda. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut NU Online, kalender Hijriah dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi, dengan awal bulan ditandai oleh terlihatnya hilal. Sedangkan Muhammadiyah menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yaitu kalender hijriah berbasis hisab hakiki kontemporer untuk dipakai secara global. Sehingga, kadang terjadi perbedaan tanggal dalam kalender Hijriah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pemerintah dan NU menggunakan sistem hisab dan rukyatul hilal untuk menetapkan kalender Hijriah, sedangkan Muhammadiyah menggunakan sistem KHGT. 2. Perbedaan ini tidak mengganggu pelaksanaan ibadah, seperti puasa sunnah, karena masing-masing pihak tetap menjalankan puasa sunnah sebagaimana tuntunan Rasulullah S.A.W. 3. Namun, untuk pelaksanaan jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 atau Safar 1448 Hijriah, masing-masing pihak akan berbeda tanggal pelaksanaannya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Jika mengacu pada perhitungan NU, 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juli 2026. Sedangkan Muhammadiyah, meyakini bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada 15 Juli 2026. Itu artinya, pelaksanaan jadwal puasa Ayyamul Bidh lebih dulu dilaksanakan oleh Muhammadiyah sesuai KHGT. Sedangkan NU, akan menyusul satu hari kemudian. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Karena Muhammadiyah mengacu pada KHGT, berikut ini jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026. Karena pemerintah dan NU mundur sehari dari jadwal Muhammadiyah, tentu tinggal disesuaikan saja tanggalnya. – Safar 1: 15 Juli 2026 (Muhammadiyah) – Safar 1: 16 Juli 2026 (NU dan Pemerintah) Perbedaan ini tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah, karena masing-masing pihak tetap menjalankan puasa sunnah sebagaimana tuntunan Rasulullah S.A.W. Namun, perbedaan ini memperlihatkan bahwa keberagaman dalam menetapkan jadwal puasa Ayyamul Bidh masih ada di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/tribun-medan-wiki/1803875/jadwal-puasa-ayyamul-bidh-muhammadiyah-nu-dan-pemerintah, without altering the facts of the original article.