2 Juni 2026
Jakarta Udah Masuk Kemarau tapi Kok Masih Hujan? Ternyata Ini Penjelasan BMKG!

Jakarta Udah Masuk Kemarau tapi Kok Masih Hujan? Ternyata Ini Penjelasan BMKG!

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Pernah nggak sih kamu merasa kena “prank” sama cuaca di Jakarta belakangan ini? Pagi sampai siang panasnya minta ampun sampai bikin gerah maksimal, eh tiba-tiba sorenya langit mendung dan langsung turun hujan lebat. Padahal, katanya kita sudah mulai masuk musim kemarau, lho.

Banyak warga Jakarta yang bertanya-tanya, “Ini beneran kemarau nggak sih? Kok jemuran masih sering basah?”. Nah, biar nggak bingung lagi, yuk kita bedah penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kenapa fenomena unik ini bisa terjadi.

🔖 Baca juga:
Revolusi Registrasi BPJS Kesehatan: Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar Mulai April 2026

Status Kemarau Jakarta: Nggak Kompak Masuknya!

Pertama-tama, kita perlu tahu dulu kalau musim kemarau itu nggak datang barengan di seluruh penjuru Jakarta. BMKG sudah memetakan jadwal “kedatangan” kemarau di tiap wilayah.

Berdasarkan data BMKG, Jakarta Utara memang sudah lebih dulu menyapa musim kemarau. Sedangkan untuk wilayah lainnya, jadwalnya menyusul:

  • Jakarta Pusat: Diprediksi baru benar-benar masuk kemarau pada Dasarian II Mei (sekitar tanggal 11-20 Mei).
  • Jakarta Selatan: Bakal menyusul paling akhir pada Dasarian III Mei (akhir bulan Mei).

Jadi, kalau kamu tinggal di Jaksel dan merasa masih sering hujan, memang secara hitung-hitungan kalender cuaca, wilayahmu belum sepenuhnya masuk kemarau.

Kenapa Masih Ada Hujan “Nyasar”?

Lantas, buat wilayah yang katanya sudah kemarau tapi masih diguyur hujan, apa penyebabnya? Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, ada gangguan cuaca jarak pendek yang lagi mampir di langit Jabodetabek.

Istilah kerennya adalah Variasi Intraseasonal. Ada dua “tamu” tak diundang yang bikin awan hujan terbentuk, yaitu:

🔖 Baca juga:
Andre Rosiade Kecam Stadion Manahan: Dari Sawah Hingga Drainase Gagal, Respon Wali Kota Solo Memanas
  1. Gelombang Ekuatorial Rossby: Gangguan atmosfer yang bergerak di sepanjang khatulistiwa.
  2. MJO (Madden-Julian Oscillation): Fenomena pergerakan udara basah dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik yang seringkali memicu pertumbuhan awan hujan.

Kombinasi kedua fenomena ini bikin Jakarta tetap basah meskipun matahari bersinar sangat terik di siang hari.

Fenomena Pagi “Terpanggang”, Sore “Kehujanan”

Kamu pasti sadar kan kalau polanya hampir selalu sama? Pagi sampai siang cuaca panas banget, tapi sorenya langsung hujan. BMKG menjelaskan kalau ini adalah proses alamiah yang saling berkaitan.

Begini urutannya:

  • Siang Hari: Radiasi matahari yang sangat intens menyentuh bumi tanpa terhalang awan tebal.
  • Proses Konveksi: Panas yang luar biasa ini menyebabkan penguapan atau proses konveksi yang sangat tinggi.
  • Hujan Lokal: Uap air yang naik dengan cepat tadi membentuk awan-awan hujan di sore hari. Makanya, hujannya seringkali bersifat lokal, durasinya singkat tapi intensitasnya sedang sampai lebat, dan sering banget dibarengi kilat atau angin kencang.

Jadi, panas terik di siang hari itu justru “bahan bakar” utama yang bikin hujan lebat di sore harinya.

Tips Menghadapi Cuaca “Galau” di Jakarta

Karena cuaca lagi nggak menentu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan supaya aktivitas nggak terganggu:

🔖 Baca juga:
Ramalan Zodiak Besok Senin 6 April 2026: Libra, Scorpio, dan Sagitarius Siap Hadapi Tantangan Karier
  1. Sedia Payung atau Jas Hujan: Meskipun pas berangkat kerja langit biru cerah, jangan tertipu! Selalu siapkan perlengkapan hujan di tas atau jok motor.
  2. Pantau Aplikasi Cuaca: Cek aplikasi atau akun media sosial BMKG secara rutin untuk melihat peringatan dini hujan lebat.
  3. Jaga Kesehatan: Perubahan suhu yang drastis dari panas terik ke dinginnya hujan bisa bikin imun turun. Jangan lupa minum air putih yang cukup dan konsumsi vitamin.
  4. Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan wiper mobil berfungsi baik dan ban motor nggak gundul, karena hujan singkat di musim kemarau biasanya bikin jalanan jadi sangat licin akibat debu yang bercampur air.

Kesimpulan: Sabar, Kemarau Sesungguhnya Segera Tiba!

Fenomena hujan di tengah musim kemarau ini sebenarnya lumrah terjadi, terutama di masa transisi atau akibat adanya gangguan atmosfer musiman. Jakarta memang unik, dan cuacanya pun punya cara sendiri untuk “menyapa” warganya.

Jadi, buat kamu yang sudah rindu jemuran kering dalam sekejap, bersabarlah sedikit lagi. Menjelang akhir Mei, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan benar-benar memasuki masa kemarau yang lebih stabil.

Penulis: Ardi Nur Arief

Views: 5

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *