**Jawaban Aktivitas 4.4 Biologi Kelas 12: Kurikulum Merdeka Halaman 187** **Membandingkan Proses Pembuatan Tempe dan Rekayasa Genetika pada Tanaman Transgenik** **Pembuka** Pada saat ini, bioteknologi telah berkembang pesat dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh aplikasi bioteknologi adalah pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik. Dalam artikel ini, kita akan membandingkan proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik, serta mengetahui perbedaan antara bioteknologi konvensional dan modern. **APA YANG TERJADI** Pembuatan tempe adalah proses fermentasi yang digunakan untuk membuat makanan tradisional Indonesia. Proses ini melibatkan penggunaan kapang Rhizopus oligosporus yang dapat menghasilkan enzim-enzim yang memecah protein dan karbohidrat pada biji-bijian. Hasil fermentasi ini dapat dijadikan sebagai sumber protein dan lemak yang baik untuk kesehatan. Rekayasa genetika pada tanaman transgenik adalah proses yang digunakan untuk menghasilkan tanaman dengan sifat-sifat yang diinginkan. Proses ini melibatkan penggunaan teknologi genetika untuk memasukkan gen-gen yang memiliki sifat-sifat tertentu ke dalam DNA tanaman. Hasil rekayasa genetika ini dapat digunakan sebagai sumber makanan yang lebih baik, seperti tanaman yang resisten terhadap hama dan penyakit. **MENGAPA & DAMPAK** Perbedaan antara proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik dapat dilihat pada beberapa aspek. Pertama, proses pembuatan tempe masih menggunakan teknologi yang sederhana dan alami, sedangkan rekayasa genetika pada tanaman transgenik menggunakan teknologi yang lebih canggih dan biaya yang lebih tinggi. Kedua, proses pembuatan tempe dapat menghasilkan produk yang lebih alami dan tidak mengandung bahan-bahan kimia, sedangkan rekayasa genetika pada tanaman transgenik dapat menghasilkan produk yang lebih seimbang dan mengandung lebih banyak nutrisi. **Penutup** Dari hasil perbandingan proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik, dapat disimpulkan bahwa kedua proses ini memiliki perbedaan yang signifikan. Pembuatan tempe masih menggunakan teknologi yang sederhana dan alami, sedangkan rekayasa genetika pada tanaman transgenik menggunakan teknologi yang lebih canggih dan biaya yang lebih tinggi. Namun, rekayasa genetika pada tanaman transgenik dapat menghasilkan produk yang lebih seimbang dan mengandung lebih banyak nutrisi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. **Teknologi yang digunakan**: Proses pembuatan tempe masih menggunakan teknologi yang sederhana dan alami, sedangkan rekayasa genetika pada tanaman transgenik menggunakan teknologi yang lebih canggih dan biaya yang lebih tinggi. 2. **Produk yang dihasilkan**: Proses pembuatan tempe dapat menghasilkan produk yang lebih alami dan tidak mengandung bahan-bahan kimia, sedangkan rekayasa genetika pada tanaman transgenik dapat menghasilkan produk yang lebih seimbang dan mengandung lebih banyak nutrisi. 3. **Biaya yang diperlukan**: Rekayasa genetika pada tanaman transgenik memerlukan biaya yang lebih tinggi daripada proses pembuatan tempe. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Hasil perbandingan proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik dapat memberikan informasi yang penting bagi masyarakat dalam memilih produk yang lebih baik. Dengan mengetahui perbedaan antara proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik, masyarakat dapat memilih produk yang lebih alami dan tidak mengandung bahan-bahan kimia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam mengetahui perbedaan antara proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik, masih banyak hal yang perlu dipelajari dan dipahami. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk memahami lebih baik tentang proses pembuatan tempe dan rekayasa genetika pada tanaman transgenik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/news/602726/kunci-jawaban-biologi-kelas-12-semester-2-kurikulum-merdeka-halaman-187-aktivitas-44, without altering the facts of the original article.