Jepang Luncurkan Misi Ambisius Lindungi Bumi dari Asteroid Berbahaya
Jepang meluncurkan wahana antariksa Hayabusa2 untuk melakukan misi ambisius melindungi Bumi dari asteroid berbahaya. Wahana seukuran kulkas ini melakukan flyby atau terbang lintas asteroid dekat Bumi, Torifune, pada Minggu (5/7). Hayabusa2 direncanakan melintas sekitar 1 kilometer dari pusat asteroid pada kecepatan 5 kilometer per detik atau sekitar 18.000 kilometer per jam. Misi ini bertujuan untuk menguji teknologi yang bisa membelokkan asteroid berbahaya dari Bumi.
Momen Penentu di Menit Akhir
Wahana Hayabusa2 tidak dimaksudkan menabrak Torifune, ilmuwan ingin menilai apakah lintasan wahana bisa dikendalikan secara presisi seandainya suatu saat perlu membelokkan asteroid berbahaya menjauh dari Bumi. Juru bicara Badan Antariksa Jepang (JAXA) memastikan manuver berlangsung dan wahana bekerja normal. “Pada pukul 18.35 (0935 GMT)… Hayabusa2 melakukan flyby Torifune dan wahana bekerja normal,” kata juru bicara JAXA. Rekaman daring dari JAXA menunjukkan para ilmuwan bertepuk tangan di ruang kendali.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Misi ini tidak didasari ancaman nyata asteroid ke Bumi. JAXA menyebut pertahanan planet merujuk pada upaya mengidentifikasi dan memantau asteroid yang mendekati Bumi sejak dini serta mengambil langkah pencegahan bila ada risiko tabrakan, sebuah agenda yang didorong lewat kerja sama internasional yang berpusat di PBB. Misi ini juga menyusul aksi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang sengaja menabrakkan wahana ke asteroid Dimorphos selebar 160 meter pada 2022. Misi itu berhasil mengubah orbitnya mengelilingi batuan antariksa yang lebih besar.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Setelah misi Torifune, Hayabusa2 diperkirakan mencoba “rendezvous” pada 2031 dengan asteroid lain, 1998 KY26. JAXA menyebut asteroid berdiameter sekitar 30 meter itu akan menjadi sasaran eksplorasi rendezvous jenis pertama di dunia. Meski DART NASA sudah sukses, flyby Minggu ini dinilai sangat berharga. “Mengingat keberagaman asteroid dekat-Bumi dari segi ukuran, bentuk, permukaan, dan sifat internal, setiap citra baru membuat kita lebih siap,” kata Patrick Michel, project scientist di European Space Agency (ESA).
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260705194902-199-1377186/jepang-uji-hayabusa2-wahana-pelindung-bumi-dari-asteroid-berbahaya, without altering the facts of the original article.