7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Jerman tolak usulan pungutan biaya di Selat Hormuz karena khawatir mengganggu pasokan energi global. Apa alasan sebenarnya Menteri Luar Negeri Jerman menolak usulan tersebut?

Jerman telah menolak usulan untuk memberlakukan pungutan biaya di Selat Hormuz setelah berakhirnya perang Amerika Serikat (AS) – Iran. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan bahwa Selat Hormuz sangat penting untuk pasokan energi global dan harus tetap dapat dilalui dengan bebas.

Kebijakan Jerman terhadap Selat Hormuz

Wadephul menambahkan bahwa prinsip hukum laut harus diterapkan di Selat Hormuz. Ia juga mencatat bahwa nota kesepahaman antara AS dan Iran masih memiliki rumusan yang tidak jelas, sehingga menimbulkan keraguan apakah hal ini benar-benar dijamin 100 persen. Pemerintah Jerman akan sangat menekankan pada kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz dan juga akan mempertimbangkan hal ini ketika memutuskan apakah, kapan, dan bagaimana mencabut sanksi terhadap Iran.

Mengapa Jerman Menolak Pungutan Biaya?

Menurut Wadephul, jika pungutan biaya di Selat Hormuz diterapkan, maka harga minyak dapat meningkat. Namun, jika sanksi terhadap Iran dicabut, maka harga minyak dapat kembali normal dengan relatif cepat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan biaya tol AS di Selat Hormuz jika kesepakatan perdamaian akhir tidak tercapai.

Dampak terhadap Harga Minyak

Harga minyak Brent naik pada Jumat, 19 Juni 2026, setelah pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss tiba-tiba dibatalkan. Hal ini menekankan ketidakpastian yang masih ada atas upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi penyelesaian perdamaian. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,9%, dan ditutup ke US$ 80,57 per barel.

Apa Artinya Ini bagi Perekonomian Global?

Kenaikan harga minyak dapat berdampak pada perekonomian global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak. Oleh karena itu, Jerman dan negara-negara lain akan terus memantau situasi di Selat Hormuz dan berusaha untuk menjaga stabilitas harga minyak. Pemerintah Jerman akan terus menekankan pada kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz dan berusaha untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

Jerman akan terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas harga minyak dan perekonomian global. Dengan menolak usulan pungutan biaya di Selat Hormuz, Jerman telah menunjukkan komitmennya untuk menjaga kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut dan mencegah kenaikan harga minyak yang tidak terkendali.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *