Jombang Krisis Kekeringan: 5 Kecamatan Terancam Karhutla dan Krisis Air
Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kinié¢ä¸´ krisis kekeringan yang parah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Bareng, Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.
BPBD Jombang telah mengidentifikasi bahwa Kecamatan Bareng dan Wonosalam memiliki potensi kekeringan yang tinggi, sedangkan Kecamatan Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jombang, Stevie Maria, mengatakan bahwa pemetaan ini dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Apa yang Terjadi?
Kekeringan dan karhutla telah menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Jombang. Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, wilayah rawan kekeringan meliputi Kecamatan Bareng, Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan. Adapun potensi kebakaran hutan dan lahan berada di Kecamatan Wonosalam, Plandaan, Kabuh, serta Ngusikan.
BPBD Jombang telah mengusulkan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang tentang penetapan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran. Setelah status tersebut ditetapkan, BPBD akan menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah meningkatkan kewaspadaan.
Mengapa dan Dampak
Kekeringan dan karhutla di Jombang dapat berdampak serius bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, BPBD Jombang telah menyiapkan personel, sarana, dan peralatan penanggulangan bencana untuk menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. Pembangunan jaringan air bersih oleh pemerintah daerah telah berhasil menekan dampak kekeringan, bahkan sejak 2023 tidak lagi tercatat bencana kekeringan di wilayah tersebut.
Namun, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api karena dapat memicu kebakaran. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah daerah dan masyarakat harus terus berupaya untuk menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla di Jombang. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana dan menjaga keselamatan masyarakat.
BPBD Jombang juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan 112 atau kanal resmi BPBD, apabila menemukan indikasi kebakaran, maupun mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih selama musim kemarau.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jombang/551353/lima-kecamatan-di-jombang-masuk-zona-rawan-kekeringan-empat-di-antaranya-terancam-karhutla, without altering the facts of the original article.