8 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Jusuf Kalla menekankan sinergi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Apa yang dibahas Jusuf Kalla saat membuka Rakerkonas APINDO?

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global. Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).

Momen Penentu di Menit Akhir

Jusuf Kalla mengatakan bahwa suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa, yaitu pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. “Suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa. Pertama pemerintah, kedua pengusaha, dan ketiga masyarakat,” ujar JK.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi yang baik, membangun infrastruktur, serta menyediakan layanan publik yang efektif. Sementara pengusaha berperan menciptakan lapangan kerja, membangun industri, dan memberikan kontribusi melalui pembayaran pajak. “Yang membangun ekonomi adalah para pengusaha, karena pengusaha membuka lapangan pekerjaan, menciptakan industri, mempekerjakan banyak orang, dan membayar pajak,” katanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara peran pemerintah dan mekanisme pasar. Menurutnya, perkembangan ekonomi dunia menunjukkan adanya perubahan pola, dari dominasi pasar bebas menuju peran negara yang kembali lebih kuat. “Yang penting adalah keseimbangan antara pemerintah dan dunia usaha,” jelasnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Jusuf Kalla menyebut ekonomi Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan, baik dari faktor eksternal maupun internal. Dari sisi global, konflik internasional seperti perang di Timur Tengah dan Ukraina berdampak terhadap kenaikan harga energi, biaya produksi, serta persaingan ekonomi yang semakin ketat, termasuk dengan Tiongkok. “Pengaruh ekonomi dunia tidak bisa kita hindari. Harga minyak naik, ongkos naik, ekspor bisa turun,” ungkap JK.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Selain faktor global, JK juga menyoroti kebijakan domestik yang berdampak terhadap kondisi ekonomi, seperti peningkatan utang dan defisit anggaran yang perlu dikelola secara hati-hati. Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim seperti fenomena El Nino yang dapat menurunkan produksi pertanian dan berdampak pada daya beli masyarakat. “Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah,” ujarnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Jusuf Kalla meminta pemerintah daerah terus mendorong produktivitas masyarakat, khususnya sektor yang memiliki potensi ekspor. Menurutnya, kondisi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda sehingga membutuhkan kebijakan yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah. Ia mencontohkan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki basis komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut masih memiliki peluang pertumbuhan karena mendapatkan keuntungan dari penerimaan dolar. “Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar,” kata JK.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Jusuf Kalla juga mengingatkan agar pemerintah menjaga belanja negara agar tetap efektif. Menurutnya, pengurangan anggaran secara berlebihan dapat berdampak pada melemahnya aktivitas ekonomi, mulai dari pembayaran pegawai hingga berkurangnya pekerjaan bagi sektor kontraktor. Dalam forum pengusaha tersebut, JK juga menyinggung peran Apindo dalam menjaga hubungan harmonis antara pengusaha dan pekerja.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Jusuf Kalla menyimpulkan bahwa sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik,” kata JK. Dengan demikian, pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/jusuf-kalla-ketahanan-ekonomi-bergantung-pada-sinergi-pemerintah-pengusaha-dan-masyarakat-2608036.html, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *