Kanker Prostat, Seni, dan Keselamatan Pasien: Dari Kampanye Global ke Tomat Mampu Menurunkan Risiko
Berita Hari Ini – 18 September 2026 | Hari Keselamatan Pasien Sedunia pada 17 September 2026 menjadi momentum penting bagi dunia medis, khususnya bagi pasien penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker. International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat sistem farmakovigilans, menandai bahwa keamanan obat tidak berhenti setelah izin edar, melainkan harus terus dipantau selama penggunaan. Di tengah data WHO yang menyebut PTM menyumbang 74 persen kematian global, IPMG mengajak industri farmasi untuk melatih karyawan dan mitra bisnis, serta mengoperasikan sistem pengawasan internal guna mendeteksi reaksi obat yang tidak diinginkan.
Film Inspiratif: Kisah Penyintas Kanker dan Persahabatan
Film “Istimewa” mengangkat kisah nyata lima anak penyandang disabilitas yang mencari ayah mereka, Pak Mahendra, yang berjuang melawan kanker. Melalui perjalanan emosional, film ini menampilkan nilai kebersamaan dan ketulusan, sekaligus menyoroti dampak kanker pada keluarga. Penyintas dan penonton diundang untuk memahami bahwa meski tidak ada yang abadi, hidup tetap harus dipenuhi kasih sayang dan pengampunan.
Kampung Seni Borobudur: Menyalakan Kembali Kreativitas Penyintas Kanker Anak
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) bekerja sama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia menggelar Cancer Survivors Camp. Sekitar 50 peserta dari Jabodetabek, Makassar, Medan, Bali, dan Yogyakarta belajar membatik dan membuat gerabah. Sabrina Alfin Amelia, penyintas leukemia, mengungkapkan tantangan tremor saat memegang alat, namun tetap menikmati proses. Kegiatan ini tidak hanya memfasilitasi pertukaran pengalaman, tetapi juga menginspirasi para peserta untuk melestarikan budaya tradisional.
Likopen Tomat: Mitigasi Risiko Kanker Prostat
Dr. Andar R. Siregar, spesialis urologi, menyoroti manfaat likopen, pigmen alami dalam tomat yang dapat menurunkan kadar Prostate‑Specific Antigen (PSA). Ia menekankan bahwa tomat yang direbus mengekstrak likopen secara optimal. Selain itu, konsumsi sayuran berserat dan kacang kedelai turut mendukung kesehatan prostat. Meskipun daging merah masih boleh dikonsumsi, sebaiknya tidak berlebihan. Kombinasi pola makan sehat dan pemeriksaan rutin dapat menurunkan risiko kanker prostat.
Faktor Risiko Kanker Prostat pada Pria Berusia 50 Tahun ke Atas
Dr. Siregar menjelaskan bahwa risiko kanker prostat meningkat seiring usia. Faktor genetik seperti mutasi BRCA, riwayat keluarga, serta gaya hidup pasif dan obesitas turut memperbesar kemungkinan. Pada pria di atas 50 tahun, prevalensi pembesaran jinak prostat (BPH) mencapai 50 persen, dan pada usia 80 tahun meningkat menjadi 90 persen. Gejala BPH meliputi sering buang air kecil, terbangun di malam hari, dan kesulitan menahan urine. Penanganan dini melalui skrining PSA dan pemeriksaan fisik menjadi kunci pencegahan.
Di tengah upaya global memperkuat keselamatan pasien, film, seni, dan pengetahuan medis menyatu untuk memberi harapan. Kanker, baik prostat maupun jenis lain, memerlukan pendekatan holistik—dari pengawasan obat, dukungan emosional, hingga pola hidup sehat. Dengan pemahaman yang lebih baik dan tindakan preventif, masyarakat dapat mengurangi beban penyakit ini dan meningkatkan kualitas hidup para pasien serta penyintas.