Kapolri mutasi 2026 kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap ratusan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.
Mutasi terbaru tersebut mencakup 424 Pati dan Pamen Polri. Keputusan itu tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026. Dari keseluruhan personel yang dimutasi, 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan pada jabatan baru.
Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri dan kepolisian daerah turut mengalami perubahan. Beberapa Kapolda, pejabat utama Mabes Polri, hingga pejabat di bidang pendidikan mendapatkan penugasan baru.
Mutasi Kapolri 2026 Melibatkan 424 Pati dan Pamen
Mutasi Polri Agustus 2026 menjadi salah satu rotasi organisasi yang cukup besar. Sebanyak 424 Pati dan Pamen masuk dalam tiga Surat Telegram Kapolri.
Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri.
Penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, dan tantangan tugas yang dihadapi.
Artinya, mutasi tersebut bukan hanya pergantian posisi, tetapi juga bagian dari proses penyegaran dan penguatan struktur organisasi Polri.
Daftar Pati Polri yang Dimutasi
Salah satu kelompok yang paling menjadi perhatian adalah para Perwira Tinggi berpangkat bintang satu dan bintang dua.
Beberapa nama mendapatkan jabatan strategis baru, sementara sebagian lainnya memasuki masa pensiun atau mendapat penugasan di bidang pendidikan.
Berikut sejumlah perubahan penting berdasarkan keterangan resmi Polri.
1. Roycke Harry Langie
Jabatan lama: Kapolda Sulawesi Utara
Jabatan baru: Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi atau Astamaops Kapolri
Irjen Pol. Roycke Harry Langie menjadi salah satu nama utama dalam mutasi terbaru. Ia sebelumnya memimpin Polda Sulawesi Utara.
Dalam mutasi kali ini, Roycke dipercaya menempati posisi Astamaops Kapolri. Ia menggantikan Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.
Posisi Astamaops mempunyai peran strategis dalam struktur operasional Polri.
2. Yudo Hermanto
Jabatan lama: Karopaminal Divpropam Polri
Jabatan baru: Kapolda Sulawesi Utara
Setelah Roycke Harry Langie berpindah ke Mabes Polri, posisi Kapolda Sulawesi Utara diisi Brigjen Pol. Yudo Hermanto.
Pergantian tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam jajaran Kapolda pada mutasi Polri 2026.
3. Hengki Haryadi
Jabatan lama: Wakapolda Riau
Jabatan baru: Kapolda Papua Barat Daya
Brigjen Pol. Hengki Haryadi mendapatkan amanah baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Sebelumnya, Hengki menjabat Wakapolda Riau. Dengan penugasan baru ini, ia dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya.
Sementara itu, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapatkan tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi Wakapolda dan Pejabat Daerah
Rotasi tidak hanya menyentuh posisi Kapolda. Sejumlah Wakapolda juga mengalami pergantian.
Wakapolda Riau
Setelah Hengki Haryadi dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya, posisi Wakapolda Riau selanjutnya diisi Brigjen Pol. Simson Zet Ringu.
Sebelumnya, Simson menjabat Wakapolda Gorontalo.
Wakapolda Gorontalo
Posisi Wakapolda Gorontalo kemudian dipercayakan kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono, yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa rotasi tidak hanya berlangsung pada level pimpinan utama, tetapi juga menyentuh struktur pejabat pendamping di tingkat kewilayahan.
Wakapolda Maluku Utara
Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya sebagai Wakapolda Maluku Utara.
Ia menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun yang mendapatkan tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi Pejabat Strategis Mabes Polri
Selain Kapolda dan Wakapolda, sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri juga mengalami pergantian.
Salah satunya adalah posisi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia atau As SDM Kapolri.
Jawari Jadi As SDM Kapolri
Irjen Pol. Jawari mendapat amanah sebagai As SDM Kapolri.
Ia menggantikan Irjen Pol. Anwar, yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.
Jabatan As SDM Kapolri memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di tubuh Polri, termasuk berkaitan dengan pembinaan personel dan pengembangan karier.
Ruslan Ependi Jadi Koorsahli Kapolri
Perubahan juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli Kapolri atau Koorsahli Kapolri.
Irjen Pol. Ruslan Ependi dipercaya mengemban jabatan tersebut.
Ia menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak, yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.
Mutasi Kayanma Polri
Rotasi juga menyentuh jabatan Kepala Pelayanan Markas atau Kayanma Polri.
Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kayanma Polri.
Ia menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera, yang selanjutnya dipercaya sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.
Perubahan ini menjadi bagian dari penataan jabatan di lingkungan Mabes Polri.
11 Irjen Pol Masuk Daftar Mutasi
Dalam Surat Telegram ST/1877/VIII/KEP./2026, terdapat 11 perwira berpangkat Irjen Pol yang masuk dalam daftar mutasi.
Salah satu nama paling menonjol adalah Roycke Harry Langie yang bergeser dari Kapolda Sulawesi Utara menjadi Astamaops Kapolri. Ada pula perwira yang mendapatkan penugasan baru, memasuki masa pensiun, atau berpindah ke jabatan lainnya.
Dengan demikian, daftar mutasi tidak seluruhnya berarti promosi. Status setiap personel bergantung pada jabatan atau penugasan yang tercantum dalam Surat Telegram.
Daftar Ringkas Jabatan Baru
Berikut beberapa perubahan jabatan penting dalam mutasi Kapolri 2026:
| Nama | Jabatan Lama | Jabatan Baru |
|---|---|---|
| Roycke Harry Langie | Kapolda Sulut | Astamaops Kapolri |
| Yudo Hermanto | Karopaminal Divpropam | Kapolda Sulut |
| Hengki Haryadi | Wakapolda Riau | Kapolda Papua Barat Daya |
| Simson Zet Ringu | Wakapolda Gorontalo | Wakapolda Riau |
| Dedy Suhartono | Korlantas Polri | Wakapolda Gorontalo |
| D.I. Susetio Cahyadi | — | Wakapolda Maluku Utara |
| Jawari | — | As SDM Kapolri |
| Ruslan Ependi | — | Koorsahli Kapolri |
| Ian Rizkian Milyardin | — | Kayanma Polri |
Daftar tersebut merupakan sejumlah perubahan jabatan strategis yang disampaikan secara resmi Polri, bukan keseluruhan 424 personel.
Mengapa Kapolri Melakukan Mutasi?
Mutasi merupakan bagian dari mekanisme organisasi di lingkungan Polri.
Menurut Polri, rotasi dan mutasi dilakukan sebagai bagian dari pembinaan organisasi dan karier personel. Penempatan pejabat baru mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, serta tantangan tugas.
Ada beberapa tujuan yang dapat dilihat dari kebijakan tersebut.
Pertama, melakukan penyegaran organisasi.
Kedua, memberikan kesempatan pengembangan karier kepada personel.
Ketiga, menempatkan anggota sesuai kompetensi dan pengalaman.
Keempat, memastikan kebutuhan organisasi di tingkat pusat maupun daerah dapat dipenuhi.
Kelima, menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
Mutasi Tidak Selalu Berarti Promosi
Hal penting yang perlu diketahui masyarakat adalah bahwa mutasi tidak selalu berarti kenaikan jabatan.
Dari 424 personel yang masuk dalam keputusan terbaru, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru. Sebagian lainnya berkaitan dengan pendidikan, penyelesaian pendidikan, maupun masa pensiun.
Karena itu, ketika membaca daftar mutasi Polri, masyarakat perlu melihat jabatan lama dan jabatan baru masing-masing personel secara lengkap.
Dampak Mutasi terhadap Organisasi Polri
Pergantian ratusan personel tentu membawa perubahan dalam struktur organisasi Polri.
Di tingkat Mabes Polri, sejumlah jabatan strategis kini ditempati pejabat baru. Sementara di daerah, pergantian Kapolda dan Wakapolda menjadi bagian dari penyegaran kepemimpinan.
Polri berharap para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program yang telah berjalan.
Kadiv Humas Polri juga menyampaikan bahwa setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Pejabat yang baru diharapkan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.
Surat Telegram Mutasi Kapolri 2026
Mutasi terbaru ditetapkan melalui tiga Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026, yaitu:
- ST/1877/VIII/KEP./2026
- ST/1878/VIII/KEP./2026
- ST/1879/VIII/KEP./2026
Ketiga surat tersebut menjadi dasar rotasi dan mutasi 424 Pati dan Pamen Polri.
Kesimpulan
Kapolri mutasi 2026 mencakup 424 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah Polri. Mutasi tersebut ditetapkan melalui tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026. Dari keseluruhan personel, 344 mendapatkan promosi atau penempatan pada jabatan baru.
Beberapa perubahan paling menonjol antara lain Irjen Pol. Roycke Harry Langie yang berpindah dari Kapolda Sulawesi Utara menjadi Astamaops Kapolri, Brigjen Pol. Yudo Hermanto yang menjadi Kapolda Sulawesi Utara, serta Brigjen Pol. Hengki Haryadi yang dipercaya sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Rotasi juga mencakup posisi Wakapolda Riau, Wakapolda Gorontalo, Wakapolda Maluku Utara, As SDM Kapolri, Koorsahli Kapolri, hingga Kayanma Polri.
Secara keseluruhan, mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, dan penyesuaian kebutuhan tugas Polri. Masyarakat dapat menjadikan Surat Telegram serta keterangan resmi Polri sebagai rujukan utama untuk mengetahui daftar lengkap Pati dan Pamen Polri yang dimutasi beserta jabatan barunya.
penulis :Nofa oktaviya