**Kasus Pencabulan 12 Anak di Sukabumi: Korban Diberi Rp2.000 dan Diancam dengan Ancaman** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dugaan perbuatan cabul terhadap belasan anak perempuan menggemparkan warga di salah satu lingkungan di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasus tersebut terungkap setelah para korban saling bercerita dan mengaku kepada ibunya masing-masing. Hingga akhirnya melaporkan kepada RW setempat. **APA YANG TERJADI** Kasus tersebut terungkap setelah para korban saling bercerita dan mengaku kepada ibunya masing-masing. Ketua RW setempat, Hendra, mengatakan para korban semula tidak berani mengungkapkan apa yang dialaminya karena diduga mendapat ancaman agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua. Bahkan, beberapa anak mengaku sempat diberi uang dalam jumlah kecil. “Awalnya anak-anak tidak berani bercerita karena diancam agar tidak memberi tahu orang tuanya. Bahkan ada yang mengaku diberi uang Rp2.000 sampai Rp5.000. Baru saat pengajian mereka saling bercerita dan akhirnya kasus ini terungkap,” kata Hendra, Selasa (21/7/2026) malam. Menurut Hendra, saat laporan pertama diterima, jumlah korban yang terdata sekitar tujuh anak. Namun, setelah dilakukan pendataan lanjutan bersama warga dan orang tua korban, jumlah tersebut bertambah menjadi 12 anak perempuan dengan rentang usia mulai dari PAUD, sekolah dasar hingga calon siswa sekolah menengah pertama. “Awalnya yang terdata sekitar tujuh anak. Setelah kami lakukan pendataan lagi, jumlahnya berkembang menjadi 12 anak perempuan, mulai dari usia PAUD, SD, hingga yang akan masuk SMP,” ujarnya. Berdasarkan pengakuan para korban, dugaan perbuatan cabul itu disebut kerap terjadi saat anak-anak bermain di halaman masjid pada siang hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak RW segera meminta keterangan dari para orang tua dan berkoordinasi dengan kepolisian. “Berdasarkan pengakuan anak-anak, dugaan perbuatan cabul itu sering terjadi saat mereka bermain di halaman masjid pada siang hari. Saya langsung mendokumentasikan (keterangan anak) laporan dari orang tua dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ungkapnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Jumlah korban yang meningkat dari tujuh menjadi 12 anak perempuan. 2. Rentang usia korban mulai dari PAUD, sekolah dasar hingga calon siswa sekolah menengah pertama. 3. Dugaan perbuatan cabul itu disebut kerap terjadi saat anak-anak bermain di halaman masjid pada siang hari. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak yang rentan terhadap perbuatan cabul. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pendidikan yang lebih efektif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Terduga pelaku berinisial MH (72) sudah diamankan ke Polres Sukabumi Kota untuk dilakukan pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Namun, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan perlu waktu yang lama untuk menemukan kebenaran. Pihak RW dan kepolisian harus terus berkoordinasi untuk menyelesaikan kasus ini dan memberikan perlindungan yang memadai bagi korban. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1179132/breaking-news-geger-kasus-pencabulan-12-anak-di-sukabumi-korban-diberi-rp2000-dan-diancam, without altering the facts of the original article.