Katarak sering dikaitkan dengan usia lanjut, namun kenyataannya penyakit ini dapat memengaruhi juga individu di usia muda jika terkena faktor risiko tertentu. Artikel ini menguraikan lima faktor risiko utama yang dapat memicu katarak pada usia muda, berdasarkan wawancara dengan Dr. Milzan Murtadha, SpM, spesialis mata di JEC Eye Hospitals and Clinics.
Faktor Risiko Pertama: Diabetes
Diabetes mellitus merupakan kondisi metabolik yang dapat merusak jaringan mata secara signifikan. Pada penderita diabetes, kadar glukosa dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan perubahan pada lensa mata. Akibatnya, lensa menjadi lebih kekeruhan lebih cepat daripada pada populasi normal. Dr. Milzan menegaskan bahwa diabetes merupakan salah satu penyebab paling sering ditemukan pada pasien katarak muda.
Faktor Risiko Kedua: Riwayat Cedera atau Operasi Mata
Trauma pada mata, baik yang disebabkan oleh benturan langsung maupun luka akibat benda asing, dapat merusak struktur lensa. Selain itu, operasi mata seperti katarak primer atau prosedur refraktif juga dapat memicu proses kekeruhan pada lensa yang masih muda. Dalam pengalaman klinis, pasien yang pernah menjalani operasi mata memiliki risiko lebih tinggi terkena katarak di usia yang relatif lebih muda.
Faktor Risiko Ketiga: Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa obat, terutama kortikosteroid jangka panjang, telah dikaitkan dengan perkembangan katarak pada usia dini. Penggunaan obat ini dapat memengaruhi protein dan struktur lensa, menyebabkan kekeruhan lebih cepat. Dr. Milzan menekankan pentingnya konsultasi medis sebelum memulai pengobatan jangka panjang, terutama bagi individu dengan riwayat masalah mata.
Faktor Risiko Keempat: Faktor Genetik
Genetika memainkan peran penting dalam predisposisi seseorang terhadap katarak. Beberapa varian gen dapat meningkatkan kerentanan lensa terhadap kerusakan. Walaupun katarak secara umum terjadi seiring penuaan, individu dengan riwayat keluarga yang mengidap katarak pada usia muda memiliki risiko lebih tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki faktor genetik.
Faktor Risiko Kelima: Paparan Sumber Cahaya Berlebih
Paparan sinar ultraviolet (UV) atau radiasi mata yang berlebihan dapat merusak lensa. Meskipun katarak biasanya berkaitan dengan proses penuaan, paparan UV yang konsisten dapat mempercepat kerusakan lensa, sehingga memicu katarak pada usia yang lebih muda. Penggunaan kacamata hitam dan pelindung mata saat berada di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko ini.
Dampak Keterlambatan Diagnosis pada Katarak Usia Muda
Ketika katarak terdeteksi pada usia muda, dampaknya dapat lebih signifikan dibandingkan pada lansia. Penglihatan yang terganggu dapat memengaruhi kemampuan belajar, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, katarak pada usia muda seringkali memerlukan intervensi bedah lebih dini, yang dapat menimbulkan risiko komplikasi lebih tinggi. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin menjadi kunci utama dalam mencegah dampak jangka panjang.
Strategi Pencegahan dan Perawatan
Untuk mengurangi risiko katarak pada usia muda, beberapa langkah sederhana dapat diambil. Pertama, menjaga kesehatan sistemik dengan mengontrol diabetes dan kondisi medis lainnya. Kedua, melindungi mata dari cedera dengan memakai pelindung khusus saat berolahraga atau bekerja di lingkungan berbahaya. Ketiga, batasi penggunaan obat jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Keempat, gunakan kacamata hitam yang menahan sinar UV saat berada di luar ruangan. Dan kelima, lakukan pemeriksaan mata secara berkala, khususnya bagi individu dengan riwayat keluarga katarak.
Kesimpulan
Katarak tidak hanya menjadi penyakit yang menimpa lansia; faktor risiko seperti diabetes, riwayat cedera atau operasi mata, penggunaan obat tertentu, faktor genetik, dan paparan sinar UV dapat memicu katarak pada usia muda. Pengenalan dini melalui pemeriksaan mata rutin, bersama dengan penanganan faktor risiko, dapat mencegah perkembangan katarak yang memengaruhi kualitas hidup. Dengan pemahaman yang tepat tentang faktor risiko ini, masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mata mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260930122307-33-772094/katarak-tak-selalu-menunggu-tua-kenali-faktor-risikonya, without altering the facts of the original article.