**Kebersamaan di Pasar Terapung Membuat Misbach Terinspirasi, Mengenang Monumen Kayuh Baimbai Banjarmasin** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari Selasa (6/8/2026), seniman perupa Misbach berkunjung ke ruang tamu kami. Dia mempersilakan masuk dan spontan meminta waktu sebentar. Berselang kurang dari 10 menit, ia kembali dengan penampilan yang berbeda. Sebuah topi berwarna krem turut dikenakannya. “Saya pakai topi ya, ini kan buat difoto nanti,” ujar Misbach sambil tertawa. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kami mengetahui bahwa Misbach akan berusia 86 tahun pada 25 Agustus nanti. Sebelumnya, dia juga menerima tamu, yakni Wali Kota Banjarmasin HM Yamin bersama rombongan. Yamin datang untuk menyampaikan permintaan maaf terkait pembongkaran Monumen Kayuh Baimbai di kawasan simpang Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin yang belum berkoordinasi terlebih dulu dengan Misbach. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pembongkaran Monumen Kayuh Baimbai yang tidak berkoordinasi dengan Misbach membuat kisah lama kembali terbuka. Misbach bercerita bagaimana monumen tersebut dibuat, siapa saja yang terlibat, sampai persoalan yang muncul di tengah proses pengerjaannya tahun 1985 silam. Pembongkaran tersebut tak hanya menghilangkan karya seniman, tetapi juga menghilangkan kenangan dan kebersamaan yang pernah terjadi di pasar terapung. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam perbincangan lebih dari setengah jam, Misbach mengaku bahwa pembongkaran Monumen Kayuh Baimbai membuatnya merasa kecewa dan teringat akan kebersamaan yang pernah terjadi di pasar terapung. Menurutnya, karya seniman tidak hanya dapat dinikmati, tetapi juga dapat menjadi kenangan dan kebersamaan yang pernah terjadi. Dengan demikian, Misbach berharap bahwa pembongkaran tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai dan menghormati karya seniman dan kebersamaan yang pernah terjadi. Pembongkaran Monumen Kayuh Baimbai yang tidak berkoordinasi dengan Misbach menunjukkan bahwa kebersamaan dan kehormatan masih perlu dipelihara dan dihargai. Dengan demikian, Misbach berharap bahwa pembongkaran tersebut dapat menjadi awal dari perubahan dan pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai dan menghormati karya seniman dan kebersamaan yang pernah terjadi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1371170/mengenang-monumen-kayuh-baimbai-banjarmasinmisbach-terinspirasi-kebersamaan-di-pasar-terapung, without altering the facts of the original article.