Kecelakaan feri di Filipina menelan puluhan korban, korban selamat ceritakan detik-detik saat bantuan terlambat datang, menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan darurat di laut. Pada Rabu (09/09) sekitar pukul 18.45 waktu setempat, MV June Aster, feri yang berangkat dari Manila dengan lebih dari 130 orang di dalamnya, mengalami kebakaran saat mendekati tujuan akhir di Coron, salah satu destinasi wisata paling populer di negara tersebut.
Kebakaran Membakar MV June Aster
Menurut Penjaga Pantai Filipina, api mulai berkobar di ruang bawah tanah kapal. Kebakaran yang meluas ini belum dapat dipadamkan hingga Kamis (10/09) siang, meskipun tim penyelamat berusaha keras. Penjaga pantai menyebut arus laut yang kuat dan kepulan asap tebal menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman. Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Komodor Naomi Cayabyab, menegaskan bahwa asap masih terlihat mengepul dari kapal dan menampilkan rekaman udara yang menunjukkan posisi terkini kapal, masih berada sekitar 14 kilometer dari Desa Turda di wilayah pesisir.
Jumlah Korban dan Pencarian
Hingga saat ini, 76 orang telah meninggal dunia dan 13 orang lainnya hilang. Komodor Naomi Cayabyab menyebutkan bahwa 43 orang selamat sejauh ini. Sumber gambar, Philippine Coast Guard/EPA/Shutterstock, menampilkan rekaman video yang dibagikan Penjaga Pantai pada Rabu malam, menunjukkan kapal dilalap api, sementara sejumlah penumpang dievakuasi dari laut ke perahu-perahu penyelamat. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, kata Penjaga Pantai.
Detik-detik Korban Selamat Menghadapi Laut Dingin
Salah seorang penyintas, Roland Lerma, mengungkapkan bahwa ia terombang-ambing di laut selama dua jam sebelum berhasil diselamatkan. “Airnya sangat dingin. Jika pertolongan datang terlambat, saya pasti sudah meninggal,” kata ia kepada BBC. Pernyataan ini menyoroti betapa kritisnya waktu dalam situasi darurat laut, terutama ketika kondisi cuaca dan arus membuat pergerakan penyelamat menjadi lebih sulit.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kecelakaan feri di Filipina menimbulkan dampak luas bagi keluarga korban, yang kini harus menanggung kehilangan orang terkasih. Selain itu, industri pariwisata di Coron, yang sangat bergantung pada arus pengunjung, juga mengalami gangguan. Kepercayaan wisatawan terhadap keamanan feri di wilayah ini dipertanyakan, yang dapat mempengaruhi pendapatan daerah.
Reaksi Pemerintah dan Komunitas Internasional
Penjaga Pantai Filipina berkomitmen untuk meneliti penyebab kebakaran guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Masyarakat internasional, termasuk lembaga penyelamatan laut, menunggu hasil penyelidikan. Sementara itu, keluarga korban memohon agar tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian feri.
Kesimpulan dan Harapan
Tragedi kecelakaan feri di Filipina menelan puluhan korban, korban selamat ceritakan detik-detik saat bantuan terlambat datang, menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam situasi darurat. Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan di laut harus menjadi prioritas utama. Dengan investigasi yang terus berlangsung dan upaya meningkatkan standar keselamatan feri, diharapkan tragedi serupa tidak terulang lagi di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c7v416012mzo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.