Berita Hari Ini – 12 April 2026 | Jumat malam, Stadion Gelora Bung Tomo menjadi saksi dramatis yang menurunkan Persita Tangerang dari zona lima besar klasemen BRI Super League 2026. Dalam laga pekan ke-27, Persebaya Surabaya menaklukkan tuan rumah dengan skor meyakinkan 2-0, memaksa Persita terperosok ke posisi keenam. Kegagalan mengamankan poin penting itu menambah tekanan pada skuad Persita yang sebelumnya berada di puncak sementara.
Laga Penentu di Pekan Ke-27
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Persita, yang mengandalkan lini tengah kreatif, mencoba menguasai penguasaan bola sejak menit pertama. Namun, pertahanan Persebaya tampil disiplin, menutup ruang gerak gelandang utama Persita. Pada menit ke-23, Persebaya berhasil memecah kebuntuan lewat serangan balik cepat. Eksel Runtukahu menerima umpan silang dari sayap kanan, menanduk bola ke dalam kotak penalti dan mengeksekusi tembakan yang tak dapat dijangkau kiper Persita, menghasilkan gol pertama.
Gol kedua datang pada menit ke-58 setelah Persebaya meningkatkan tekanan. Allano Lima, yang baru saja kembali dari cedera, menembus pertahanan dengan dribel singkat, lalu mengirimkan umpan terobosan kepada Milos Raickovic. Penyerang Kroasia tersebut menempatkan bola di sudut atas gawang, menambah keunggulan 2-0. Persita berusaha bangkit, namun serangan mereka selalu terhenti oleh blokade lini belakang Persebaya yang terorganisir.
- Skor akhir: Persebaya 2-0 Persita
- Gol: Eksel Runtukahu (23′), Milos Raickovic (58′)
- Statistik penguasaan bola: Persita 48% – Persebaya 52%
- Tembakan ke gawang: Persita 6 – Persebaya 9
Dampak Klasemen: Persita Terperosok di Posisi Keenam
Kekalahan ini memiliki konsekuensi langsung pada klasemen. Sebelumnya, Persita berada di urutan keempat dengan 45 poin, selisih tipis dua poin dari lima besar. Dengan tidak memperoleh poin, mereka terdesak ke posisi keenam, sementara Persebaya melompat ke peringkat kelima dengan tambahan tiga poin, mengukuhkan dirinya kembali ke zona penyerang.
Jika dilihat dari tabel, perbedaan antara Persita dan tim terdekat di zona lima kini mencapai empat poin. Ini berarti Persita harus mengejar setidaknya dua kemenangan di lima laga berikutnya untuk kembali ke posisi yang diinginkan, sementara kompetisi di papan tengah menjadi semakin ketat.
Performa Persebaya yang Menggila
Keberhasilan Persebaya tidak datang begitu saja. Hanya tiga hari sebelumnya, mereka mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemenangan tersebut menandai kebangkitan mereka setelah tiga laga sebelumnya yang kurang memuaskan. Kombinasi serangan cepat, eksekusi penalti yang tepat, dan dominasi di lini tengah menjadikan Persebaya tim yang sulit ditandingi pada fase akhir musim ini.
Keberhasilan tersebut memberi dorongan moral yang signifikan bagi skuad Surabaya. Pelatih Persebaya menekankan pentingnya konsistensi, dan hasil melawan Persita menjadi bukti bahwa taktik menyerang yang diimplementasikan berhasil menembus pertahanan lawan secara efektif.
Persita, di sisi lain, harus melakukan evaluasi mendalam. Kekurangan di lini pertahanan, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat, menjadi sorotan utama. Selain itu, efisiensi finishing masih jauh di bawah standar yang dibutuhkan untuk bersaing di zona lima besar.
Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, persaingan klasemen akan terus memanas. Persita harus memanfaatkan setiap peluang, memperbaiki kekurangan taktis, dan menambah poin secepatnya agar tidak semakin terperosok. Sementara Persebaya berambisi menutup musim dengan posisi tertinggi, menambah tekanan pada rival-rivalnya.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan betapa tipisnya selisih antara kemenangan dan kegagalan di liga kompetitif. Persita kini berada di persimpangan: memperbaiki performa atau menyerah pada tekanan klasemen yang semakin menanjak.