Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital
KompetitifBerita Hari Ini – 06 Mei 2026 | Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi saksi bisu saat Persija Jakarta menumpas Persijap Jepara dengan skor 0-2 pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Gol pertama diraih oleh Muhammad Rayhan Hanan pada menit ke-64, sementara gol balasan datang lewat Gustavo Almeida pada menit tambahan 90+8. Kekalahan ini menurunkan Persijap Jepara ke posisi ke-14 dengan total 31 poin, menambah tekanan di klasemen tengah yang masih berdekatan dengan zona degradasi.
Pelatih Mario Lemos tidak menyembunyikan kekecewaannya, namun menegaskan bahwa tim harus segera bangkit. “Persija punya materi pemain yang lebih baik, bahkan ada Emaxwell Souza dan Gustavo Almeida di bangku cadangan. Sekarang kami harus terus berjalan dan alihkan fokus untuk melawan Persita,” ujar Lemos kepada wartawan, menekankan pentingnya mengalihkan perhatian ke laga berikutnya demi mengamankan poin penting.
Situasi klasemen menambah urgensi pernyataan tersebut. Dengan tiga pertandingan tersisa, Persijap Jepara masih memiliki peluang maksimal sembilan poin. Namun, jarak enam poin dari zona degradasi berarti setiap poin sangat berharga. PSM Makassar baru saja mengalahkan Bhayangkara Presisi Lampung FC 2-1, memperlebar celah antara Persijap dan zona aman. Persijap Jepara kini harus menyiapkan strategi yang lebih tajam, terutama dalam penyelesaian akhir yang menjadi titik lemah pada laga melawan Persija.
Pertandingan berikutnya melawan Persita Tangerang dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026, di Stadion Pendeka Cisadane. Lemos menegaskan tim akan berusaha keras memantapkan persiapan, termasuk memperbaiki pola serangan balik dan meningkatkan efektivitas peluang di kotak penalti. “Kita akan memperbaiki beberapa hal termasuk untuk penyelesaian akhir,” tegasnya, menandakan fokus pada aspek finishing yang kurang optimal pada dua laga terakhir.
Analisis taktik Persija Jakarta menunjukkan keunggulan pada kedalaman skuad. Pemain cadangan seperti Emaxwell Souza dan Gustavo Almeida tidak hanya menjadi opsi, tetapi juga mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap. Kedalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persijap Jepara yang mengandalkan inti skuad utama. Lemos mengakui hal ini, namun menambahkan bahwa pengalaman melawan tim dengan kedalaman serupa dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
Jadwal penutup musim menambah beban pada Persijap Jepara. Setelah menghadapi Persita Tangerang, tim harus bersiap menghadapi Borneo FC Samarinda pada 17 Mei di kandang, serta tandang ke markas juara bertahan Persib Bandung pada 23 Mei. Kedua lawan tersebut berada di puncak klasemen dan menjadi ujian sejati bagi kemampuan tim mengatasi tekanan. Lemos menekankan pentingnya mengumpulkan poin di setiap laga, baik melawan Persita maupun lawan-lawan kuat lainnya, untuk mengamankan posisi di atas zona degradasi.
Meski berada dalam kondisi yang menantang, Persijap Jepara tetap menunjukkan tekad untuk bangkit. Dukungan suporter di kandang tetap menjadi faktor motivasi utama, meskipun kekalahan di depan pendukung sendiri menambah rasa sakit. Dengan fokus yang kini tertuju pada Persita Tangerang, harapan besar diletakkan pada peningkatan performa serangan dan penyelesaian akhir. Jika Persijap Jepara mampu meraih setidaknya satu poin dalam tiga pertandingan terakhir, mereka berpeluang menghindari degradasi dan menutup musim dengan kepala tegak.