Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifApa yang Terjadi?
Antrean BBM ini telah mengganggu aktivitas transportasi serta distribusi barang di Sumatra. Di sejumlah titik di Medan, pengemudi ojek dan taksi daring serta sopir angkutan antarkota mengatakan antrean panjang membuat mereka kehilangan penumpang dan pendapatan. Di Palembang, sopir bus antarkota hingga pedagang pakan ternak mengaku kehilangan waktu kerja dan harus mengeluarkan biaya tambahan akibat sulitnya memperoleh solar. Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Kurnia Lesani Adnan, menyebut situasi itu sebagai “darurat BBM” bagi sektor transportasi.
Mengapa dan Dampak
Kesenjangan antara permintaan dan penyaluran solar bersubsidi disebut-sebut sebagai penyebab antrean BBM. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat antara BPH Migas dan pemerintah Provinsi Sumsel, dari total usulan kuota sekitar 2,8 juta kiloliter (KL), realisasi yang disetujui hanya sekitar 630.000 KL. Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menduga penyalahgunaan barcode MyPertamina dan praktik sindikat di tingkat distribusi turut memperparah antrean BBM. Pertamina Patra Niaga menegaskan stok solar bersubsidi di Sumsel sebenarnya aman sesuai kuota yang ditetapkan dan menyatakan persoalannya lebih terkait pengawasan distribusi. Dampak dari kelangkaan BBM ini sangat besar, tidak hanya pada sektor transportasi tetapi juga pada perekonomian daerah. Pengamat kebijakan publik Universitas Sriwijaya (Unsri), M. Husni Thamrin, mengatakan publik butuh bukti, bukan sekadar narasi. “Kalau mafia benar ada, bongkar. Kalau kuota memang tidak realistis, perjuangkan tambahan dengan data. Kalau distribusi bocor, tutup kebocorannya. Yang tidak boleh adalah semua pihak saling lempar tanggung jawab sementara masyarakat tetap antre dan ekonomi daerah terganggu,” katanya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kelangkaan BBM di Sumatra masih menjadi masalah yang harus diselesaikan. Pemerintah dan pihak terkait harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Berdasarkan pantauan jurnalis di sebuah SPBU di Kecamatan Ilir Timur 2, Palembang, antrean kendaraan sudah terjadi sejak sore hari dan makin mengular hingga malam. Ada kendaraan pribadi, truk, hingga mobil bertonase besar yang ikut antre dan membuat kemacetan terjadi setiap malam. Ronaldi, sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute PadangâPalembang, mengatakan kelangkaan solar berdampak besar pada rutinitasnya. “Hampir setahun ini tidak bisa lagi PP [pulang pergi], makanya harus menginap dulu semalam di Kota Palembang. Siang hari saya harus ke SPBU untuk bersih-bersih dan sorenya baru mengantre solar hingga malam,” katanya. Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menjalani aktivitasnya dengan normal dan perekonomian daerah dapat pulih.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1jy67pe80no?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.