**Keluarga Miskin di Banyumas Terpaksa Menghadapi Kondisi Ekstrem, Dinsos P3A Minta Bantuan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Keluarga Rudi dan Triningsih di Banyumas terpaksa menghadapi kondisi ekstrem, karena mereka tidak mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Padahal, keluarga mereka memenuhi syarat dan berhak karena dalam Daftar Survei Ekonomi Nasional (DTSEN) masuk kategori desil satu alias sangat miskin atau miskin ekstrem. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut sumber, mereka bergerak cepat seusai mendapatkan laporan keluarga tersebut tidak mendapatkan PKH ataupun BPNT. Padahal, keluarga mereka memenuhi syarat dan berhak karena dalam DTSEN masuk kategori desil satu alias sangat miskin atau miskin ekstrem. Belum lagi, anak kedua mereka yang bernama Muhammad Rizki Anugerah (4), menderita mikrosefali dan kista otak. Sedangkan anak pertama mereka, Haris Bintang Pratama (14), juga masih bersekolah SMP. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perwakilan yang datang dari Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (P3A) Banyumas, yaitu Faridatun Solikhah selaku pendamping sosial PKH Baturraden, Andi Kurniawan dari Sentra Satria Baturraden, dan Tri Pujiono selaku TKSK Baturraden. Plt Dinsos P3A Banyumas, Budi Surhayanto mengatakan, pihaknya mengirimkan perwakilan sebagai tindak lanjut laporan yang masuk untuk melihat kondisi yang sesungguhnya. Saat pengecekan, keluarga Rudi dan Triningsih memang berada di desil satu, per periode triwulan 3 tahun 2026. Secara riwayat mereka memang belum pernah menerima PKH ataupun BPNT. Bantuan yang diterima adalah BPJS Kesehatan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Budi mengatakan, hasil kunjungan lapangan, kondisi keluarga mereka memenuhi syarat sebagai penerima PKH ataupun BPNT. Pihaknya sudah menindaklanjuti dengan memberikan perintah kepada Pemdes Kebumen agar melakukan pengusulan ulang. “Kami tindak lanjut ke pemdes untuk melakukan pengusulan ulang. Sekarang semua tergantung pada keputusan Kemensos,” ungkapnya. Budi mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Sentra Satria Baturraden terkait kondisi anak kedua mereka yang mengalami mikrosefali dan kista otak. Dengan demikian, keluarga Rudi dan Triningsih diharapkan dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun, perlu diingat bahwa proses pengusulan ulang dan keputusan Kemensos masih berlangsung, sehingga masih ada jalan panjang yang harus ditempuh.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/news/1261821/keluarga-miskin-ekstrem-tak-dapat-bansos-dinsos-p3a-banyumas-minta-pengusulan-ulang, without altering the facts of the original article.