Kemenangan Sassuolo atas AC Milan Bikin Milan Terpuruk: Jay Idzes Cedera, Fabio Grosso Cemas
Berita Hari Ini – 05 Mei 2026 | Stadion Mapei menjadi saksi dramatis pada Minggu (3/5/2026) ketika Sassuolo berhasil menumpas AC Milan dengan skor 2-0. Kemenangan ini tidak hanya menambah tekanan pada Rossoneri yang tengah mengalami krisis gol, tetapi juga menimbulkan masalah baru setelah pelatih Sassuolo, Jay Idzes, harus keluar lapangan karena cedera di babak pertama.
Detail Pertandingan dan Dampaknya
Sassuolo, yang dipimpin oleh Jay Idzes, membuka keunggulan lewat gol cepat pada menit ke-12 setelah serangan balik yang terorganisir. Gol kedua datang pada menit ke-38, mengunci keunggulan tim asal Emilia‑Romagna. Meski AC Milan berusaha bangkit, lini pertahanan mereka tak mampu menghentikan tekanan terus‑menerus, sehingga hasil akhir 2-0 menegaskan dominasi Sassuolo.
Hasil ini menambah daftar kegagalan pencetakan gol Milan. Hingga pekan ke-35, Rossoneri hanya mengoleksi 48 gol dalam 35 laga Serie A, mencatat rekor terburuk dalam satu dekade terakhir. Lima pertandingan terakhir mereka hanya menghasilkan satu kemenangan dan empat poin, menempatkan mereka hanya lima poin di atas Como, tim peringkat enam.
Jay Idzes Cedera, Tim Sassuolo Terpaksa Beradaptasi
Pada menit ke-20, Idzes mengalami cedera otot pada kaki kanan setelah berusaha menghentikan serangan balik lawan. Ia terpaksa digantikan oleh asisten pelatih, memaksa tim menyesuaikan taktik di tengah pertandingan. Meski kehilangan figur utama di bangku dugaan, Sassuolo tetap mampu menahan serangan balasan Milan, memperlihatkan kedalaman skuad yang cukup mengesankan.
Fabio Grosso Cemas, Masa Depan Liga Champions Terancam
Di pinggir lapangan, Fabio Grosso, mantan pemain dan kini bagian dari staf teknis Milan, tampak gelisah. Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap peluang Milan lolos ke Liga Champions musim depan, mengingat selisih poin yang tipis dengan tim peringkat lima, Roma, yang baru saja mengalahkan Fiorentina 4-0.
Gairah serangan Milan semakin meredup. Luka Modric, yang biasanya menjadi motor penggerak tengah, memperlihatkan ekspresi kecewa dalam laga melawan Udinese pada 11 April 2026. Penyerang-penyerang utama seperti Christian Pulisic, Niclas Füllkrug, Christopher Nkunku, dan Rafael Leão belum mencetak gol dalam rentang waktu yang cukup lama, menambah beban mental pada skuad.
Statistik Gol Rossoneri dalam Sepuluh Tahun Terakhir
- 2016‑17: 57 gol
- 2017‑18: 56 gol
- 2025‑26 (hingga pekan ke‑35): 48 gol
Jika tren ini berlanjut, AC Milan diprediksi akan menutup musim dengan total gol terendah dalam satu dekade, menandai kegagalan ofensif yang belum pernah terjadi sejak era 2010‑2015.
Implikasi Jelang Akhir Musim
Dengan tiga pertandingan tersisa, Milan harus meningkatkan produktivitas gol secara drastis untuk mengamankan tempat di Liga Champions. Namun, tekanan psikologis yang melanda pemain kunci, serta cedera yang menimpa lawan, menambah ketidakpastian. Sementara itu, Sassuolo, yang kini berada di peringkat menengah, dapat memanfaatkan momentum kemenangan ini untuk memperkuat posisi mereka di papan klasemen.
Secara keseluruhan, kemenangan Sassuolo tidak hanya menambah deretan catatan menantang bagi AC Milan, tetapi juga menyoroti kerentanan taktis dan fisik yang harus segera diatasi. Jika Milan gagal memperbaiki performa, konsekuensi terbesar dapat berupa kehilangan tiket Liga Champions, sebuah target utama yang selalu menjadi tolok ukur kesuksesan klub.