2 Juni 2026
Ketegangan AS-Iran Turun Harga Emas ke Titik Terendah Sepekan, Dolar dan Minyak Meroket

Ketegangan AS-Iran Turun Harga Emas ke Titik Terendah Sepekan, Dolar dan Minyak Meroket

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 21 April 2026 | Pada awal pekan ini pasar komoditas global menunjukkan dinamika tajam setelah ketegangan AS-Iran kembali memanas. Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam seminggu, sementara dolar Amerika Serikat menguat dan harga minyak mentah naik lebih dari lima persen.

Penurunan Harga Emas Secara Kuantitatif

Data dari berbagai platform perdagangan menunjukkan emas spot turun 0,3 persen menjadi US$4.818,03 per ons pada Selasa, 21 April 2026. Kontrak berjangka untuk pengiriman bulan Juni melemah 0,8 persen, tercatat di US$4.839,10 per ons. Sumber lain mencatat penurunan lebih tajam pada jam perdagangan pagi, dengan emas spot berada di US$4.784,77 per ons (sekitar Rp81,34 juta per ons dengan kurs Rp17.000 per dolar), menandai titik terendah sejak 13 April.

🔖 Baca juga:
Atlanta Bergelora: Dari Museum Bersejarah hingga Krisis Pemadam Kebakaran, Sementara Tim Olahraga Raih Sorotan Nasional

Dolar AS Menguat, Menekan Komoditas Berbasis Dolar

Penguatan dolar menjadi pendorong utama penurunan harga emas. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam seminggu, menjadikan komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Investor internasional menilai bahwa kekuatan dolar akan terus menekan permintaan emas, terutama bila ekspektasi suku bunga Fed tetap tinggi.

Lonjakan Harga Minyak dan Dampak Geopolitik

Ketegangan di Selat Hormuz, yang dipicu oleh penangkapan kapal kargo Iran oleh angkatan laut Amerika Serikat, memicu kenaikan harga minyak mentah global sekitar 5 persen. Harga Brent dan West Texas Intermediate masing-masing naik di atas US$85 per barel, menambah ketidakpastian pasokan energi di kawasan Timur Tengah.

Analisis Pakar Pasar

Fawad Razaqzada, analis di City Index dan FOREX.com, menilai bahwa ketegangan AS-Iran meningkatkan risiko geopolitik yang pada gilirannya mendorong dolar dan imbal hasil obligasi naik, sementara emas kehilangan daya tariknya. “Situasi di Timur Tengah jelas kembali meningkat, sehingga proyeksi harga emas kami sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Kylian Mbappé Bawa Real Madrid ke Puncak Liga Champions, Transfer Michael Olise Jadi Sorotan

Ricardo Evangelista dari ActivTrades menambahkan, “Penurunan emas mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik yang belum stabil, meskipun harga minyak sempat turun, blokade di Selat Hormuz tetap menjadi faktor penghambat.”

Dampak bagi Investor dan Strategi Selanjutnya

  • Investor yang mengandalkan emas sebagai lindung nilai inflasi kini mungkin beralih ke aset berbasis dolar atau obligasi pemerintah Amerika.
  • Penguatan dolar dan kenaikan minyak dapat memperkuat sektor energi, khususnya perusahaan minyak dan gas internasional.
  • Volatilitas tinggi menyarankan penggunaan instrumen hedging, seperti kontrak futures atau opsi pada logam mulia.

Selain faktor geopolitik, pasar juga memperhatikan agenda konfirmasi Senat terhadap calon pejabat Federal Reserve, Kevin Warsh, yang diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan suku bunga ke depan. Kebijakan moneter yang lebih ketat dapat memperkuat dolar lebih lanjut, menambah tekanan pada emas.

Secara keseluruhan, kombinasi ketegangan AS-Iran, penguatan dolar, dan lonjakan harga minyak menciptakan lingkungan pasar yang tidak pasti. Pelaku pasar disarankan memantau perkembangan diplomatik di Pakistan, di mana negosiasi damai antara kedua negara dijadwalkan berlangsung, serta respons kebijakan moneter AS dalam beberapa minggu ke depan.

🔖 Baca juga:
FC Copenhagen Bangkit di Bawah Bo Svensson: Kemenangan Dramatis di Randers dan Dampaknya bagi Pemain Indonesia

Jika ketegangan mereda dan gencatan senjata dipertahankan, kemungkinan harga emas dapat menemukan level stabil di sekitar US$4.800 per ons. Sebaliknya, eskalasi lebih lanjut dapat menurunkan harga emas lebih jauh, sekaligus memperkuat dolar dan minyak secara bersamaan.

Views: 5

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *