Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjaga kredibilitas pengelolaan ekosistem karbon biru Indonesia. Ekosistem tersebut memegang peran krusial sebagai solusi berkelanjutan dalam mengatasi krisis iklim. Salah satu langkahnya adalah memperkuat kapasitas SDM yang menangani ekosistem karbon biru, melalui pelatihan aksi iklim yang digelar bersama Climateworks CentreâMonash University, dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University di Bogor pada 17 hingga 19 Juni 2026.
Pelatihan Aksi Iklim untuk Pengelolaan Karbon Biru
Pelatihan tersebut membahas validasi dan verifikasi proyek mitigasi perubahan iklim dari ekosistem karbon biru. Validasi dan verifikasi merupakan elemen kunci untuk memastikan aksi mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir memiliki kredibilitas di tingkat nasional maupun global. Proses validasi dan verifikasi yang independen, jujur, dan transparan merupakan prasyarat untuk menjaga integritas lingkungan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kredit karbon yang dihasilkan.
Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Miftahul Huda, pelatihan ini juga akan memperkuat kompetensi teknis peserta dalam proses Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta penilaian dokumen pendukung seperti Project Design Document (PDD) dan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM). Peserta pelatihan berasal dari perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta akademisi yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan dasar pelaporan gas rumah kaca dari ekosistem karbon biru.
Meningkatkan Kapasitas SDM untuk Pengelolaan Karbon Biru
Country Lead Climateworks Centre Indonesia, Jannata Giwangkara, mengatakan bahwa selain aspek teknis keberlanjutan proyek karbon biru, juga sangat ditentukan oleh tata kelola yang baik serta keterlibatan masyarakat pesisir sebagai aktor utama dalam menjaga ekosistem. Kita membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu menyusun, menilai, memverifikasi, dan mengawasi proyek-proyek karbon biru yang berkualitas tinggi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, berharap pelatihan ini melahirkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu mengawal pengembangan proyek karbon biru berkualitas tinggi. Besarnya potensi ekosistem karbon biru nasional menjadi salah satu keunggulan Indonesia dalam mendukung agenda iklim global. Karena itu, seluruh proses pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, berbasis sains, dan memenuhi standar internasional agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat dirasakan secara optimal, termasuk oleh masyarakat pesisir.
Upaya Konkret untuk Pengelolaan Karbon Biru
Upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menempatkan ekonomi biru sebagai arah utama pembangunan kelautan dan perikanan nasional. Melalui pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan, penguatan tata kelola berbasis sains, serta peningkatan kapasitas SDM, KKP terus mendorong kontribusi sektor kelautan dalam pencapaian target iklim nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dengan demikian, pengelolaan karbon biru di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya mengatasi krisis iklim. KKP terus berkomitmen untuk menjaga kredibilitas pengelolaan ekosistem karbon biru Indonesia dan meningkatkan kapasitas SDM yang menangani ekosistem tersebut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengelolaan karbon biru di Indonesia. Oleh karena itu, KKP harus terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas SDM dan memperkuat tata kelola berbasis sains. Dengan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam pengelolaan karbon biru dan berkontribusi pada pencapaian target iklim nasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2110375/kkp-perkuat-kredibilitas-pengelolaan-ekosistem-karbon-biru, without altering the facts of the original article.