**Kokain Kolombia: Petani Terpaksa Menanam Kokain untuk Makanan** Di Provinsi Meta, Kolombia, ribuan petani terpaksa menanam koka untuk bertahan hidup. Mereka menggantikan tanaman legal seperti singkong dan pisang karena pemerintah tidak menepati janji untuk membantu mereka meninggalkan pertanian koka. **â¡ APA YANG TERJADI** Ketika Perea berhenti menanam koka, bahan baku yang digunakan untuk membuat kokain, petani di Provinsi Meta, Kolombia, ini bersumpah untuk tidak pernah menanamnya lagi. Parea mencabut semak-semak hijau di lahan pertanian kecilnya di sudut terpencil Kolombia, yang hanya dapat diakses melalui sungai. Saat itu laki-laki paruh baya ini mengganti tanaman koka dengan tanaman legal, seperti singkong dan pisang. Perea adalah satu dari ribuan petani Kolombia yang bergabung dengan program penggantian tanaman yang dijalankan pemerintah setempat. Melalui proyek ini, pemerintah mengklaim hendak membantu para petani meninggalkan pertanian koka. Namun belakangan sebagian besar bantuan yang dijanjikan pemerintah tidak pernah diterima oleh para petani. Infrastuktur jalan yang minim dan banjir yang berulang membuat para petani sulit untuk menjual hasil panen tanaman baru mereka. Pada tahun 2024, karena kecewa, Parea mulai menanam koka lagi. “Tetapi ketika Anda memiliki anak dan tidak ada pekerjaan, pilihan apa yang Anda miliki? Jika tidak ada bantuan yang pernah datang, Anda kembali menanamnya,” tuturnya. **⢠MENGAPA & DAMPAK** Program substitusi pertanian dirancang pemerintah untuk membantu petani koka Kolombia beralih dari tanaman tersebut dan membangun mata pencaharian yang legal. Namun saat ini penanaman koka berada pada tingkat rekor lebih dari 250.000 hektare. Banyak warga Kolombia yang mengikuti program substitusi pertanian kecewa pada pemerintah. Elena Hernández pindah ke wilayah penghasil koka di Guaviare saat tanaman ini mencuat pada dekade 1990-an. Dia tergiur mendapatkan upah yang lebih layak. “Dulu ada lebih banyak uang. Anda bisa melihatnya di mana-mana,” kata Elena. “Saya berhasil menabung dan membeli rumah kecil,” tuturnya. Namun industri koka juga memicu kekerasan dan ketidakamanan. Kelompok bersenjata memperebutkan kendali atas perdagangan koka, sementara pemerintah berusaha mengekang produksi melalui pemberantasan manual, fumigasi udara, dan kriminalisasi petani. Berbagai upaya ini mengurangi pendapatan keluarga, tapi gagal untuk menghentikan penanaman koka. **⣠PENUTUP** Kekacauan yang terjadi di Provinsi Meta, Kolombia, menunjukkan bahwa program substitusi pertanian tidak efektif dalam membantu petani meninggalkan pertanian koka. Pemerintah harus bertanggung jawab atas kekecewaan para petani dan memastikan bahwa bantuan yang dijanjikan segera diterima. Petani harus diberi kesempatan untuk meninggalkan pertanian koka dan membangun mata pencaharian yang legal dan aman. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pemerintah Kolombia mengklaim bahwa program substitusi pertanian akan membantu petani meninggalkan pertanian koka. 2. Namun, sebagian besar bantuan yang dijanjikan pemerintah tidak pernah diterima oleh para petani. 3. Petani terpaksa menanam koka lagi karena tidak ada pekerjaan yang layak dan tidak ada bantuan yang datang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kekecewaan para petani terhadap program substitusi pertanian menunjukkan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab atas kegagalan program tersebut. Pemerintah harus memastikan bahwa bantuan yang dijanjikan segera diterima dan petani diberi kesempatan untuk meninggalkan pertanian koka dan membangun mata pencaharian yang legal dan aman.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cdj0g9p7je0o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.