FIFA kembali menjadi sorotan setelah membatalkan kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat timnya menghadapi Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar. Balogun kemudian diturunkan sebagai pemain inti saat AS menghadapi Belgia di babak 16 besar, Selasa (07/07) pagi WIB. Keputusan ini memantik kritik dari berbagai organisasi, termasuk UEFA, yang menilai tindakan tersebut sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan.” Kartu merah Balogun menjadi polemik setelah Presiden AS Donald Trump disebut menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membahas sanksi tersebut.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelumnya, Balogun diusir keluar lapangan saat AS menang di babak 32 besar atas Bosnia-Herzegovina. Namun, dalam pertandingan melawan Belgia, Balogun tetap diturunkan sebagai pemain inti. Kehadirannya menjadi angin segar bagi tim, mengingat dia merupakan pencetak gol terbanyak AS di turnamen ini dengan koleksi tiga gol. Dari 188 kartu merah yang pernah dikeluarkan sepanjang sejarah Piala Dunia, tercatat hanya ada satu pemain lain yang lolos dari hukuman serupa, yakni bintang Brasil, Garrincha, pada Piala Dunia 1962.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:
FIFA membatalkan kartu merah Balogun setelah Presiden AS Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino. UEFA mengkritik keras keputusan FIFA dan menyebutnya sebagai tindakan yang “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan.” Keputusan ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Federasi Sepak Bola Belgia dan Menteri Luar Negeri Belgia.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keputusan FIFA ini dapat berdampak pada integritas permainan dan kredibilitas kompetisi. UEFA menegaskan bahwa sanksi larangan bertanding otomatis dalam satu pertandingan bukanlah pilihan opsional, melainkan prinsip yang tertanam kuat dalam regulasi. “Ketika kepastian hukum tidak lagi dijamin oleh pihak yang seharusnya menjaganya, maka integritas permainan sedang dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi pun runtuh,” demikian pernyataan resmi UEFA.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini semakin memperuncing hubungan UEFA dan FIFA yang memang telah berselisih terkait sejumlah keputusan dalam beberapa bulan terakhir. Sebagai bentuk respons lain, setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk memimpin laga di Piala Dunia, UEFA langsung mengundangnya. Dengan demikian, polemik kartu merah Balogun masih akan terus berlanjut dan menjadi perhatian dunia sepak bola ke depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c20yy8xpl7zo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.