Kopi atau teh menjadi minuman favorit bagi banyak orang, terutama ketika masih menghangat dan harum. Namun, kebiasaan menyeruput minuman panas ini ternyata dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, menurut sebuah penelitian besar yang baru saja dipublikasikan.
Metodologi Penelitian Besar tentang Kopi atau Teh Panas
Penelitian ini memanfaatkan data dari dua studi besar, yaitu Million Women Study dan UK Biobank, yang mencakup hampir satu juta orang dewasa di Inggris. Para peserta berusia antara 37 hingga 73 tahun dan diminta untuk menjawab pertanyaan tentang suhu minuman yang biasa mereka konsumsi, mulai dari “hangat”, “panas”, hingga “sangat panas”. Selain itu, mereka juga mencatat jumlah minuman panas yang dikonsumsi setiap hari.
Setelah mengumpulkan data, peneliti memantau peserta selama lebih dari satu dekade melalui catatan kesehatan yang terhubung dengan National Health Service (NHS). Selama periode tersebut, tercatat 2.348 kasus baru kanker kerongkongan, terdiri dari 1.045 kasus karsinoma sel skuamosa (SCC) dan 1.303 kasus adenokarsinoma (AC).
Hasil Utama: Risiko Tiga Kali Lipat bagi Peminum Kopi atau Teh Sangat Panas
Temuan paling mencolok muncul pada kelompok yang menyukai minuman sangat panas. Orang yang terbiasa minum kopi atau teh dalam kondisi sangat panas memiliki risiko lebih dari tiga kali lipat mengalami karsinoma sel skuamosa (SCC) pada kerongkongan dibandingkan mereka yang meminumnya dalam kondisi hangat. Risiko ini tetap signifikan bahkan setelah mengendalikan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.
Bagaimana Kopi atau Teh Panas Mempengaruhi Kerongkongan?
Kerongkongan merupakan saluran yang menyalurkan makanan dan minuman dari mulut ke lambung. Paparan suhu tinggi dapat menyebabkan luka bakar pada sel-sel mukosa kerongkongan. Seiring waktu, luka bakar kronis dapat memicu proses inflamasi dan perubahan sel, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terbentuknya sel kanker. Oleh karena itu, minum kopi atau teh sangat panas secara berulang dapat menjadi faktor risiko bagi kanker kerongkongan, khususnya SCC.
Perbedaan Risiko Antara Karsinoma Sel Skuamosa dan Adenokarsinoma
Walaupun risiko SCC meningkat secara signifikan, penelitian ini juga mencatat adanya kasus adenokarsinoma (AC). Namun, peningkatan risiko AC tidak sekuat peningkatan SCC. Hal ini menunjukkan bahwa paparan panas mungkin lebih berhubungan dengan kerusakan sel skuamosa, yang lebih sensitif terhadap luka bakar dibandingkan sel epitel yang lebih dalam, yang menjadi sumber AC.
Implikasi bagi Konsumen Kopi atau Teh
Hasil ini memberikan pesan penting bagi para penggemar kopi atau teh. Mengkonsumsi minuman panas secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Meskipun minuman panas dapat terasa lebih nikmat, menyesuaikan suhu minuman menjadi lebih rendah dapat membantu mengurangi risiko. Menunggu minuman sedikit menurun suhunya sebelum diminum, atau menambahkan susu, dapat menjadi solusi sederhana.
Rekomendasi Praktis untuk Menurunkan Risiko
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diambil:
1. Perhatikan suhu minuman sebelum menyeruputnya.
2. Biarkan kopi atau teh sedikit menurun suhunya sebelum diminum.
3. Tambahkan susu atau krim untuk menurunkan suhu secara bertahap.
4. Hindari menyalurkan minuman panas langsung ke kerongkongan dengan cepat.
Kesimpulan: Kopi atau Teh Panas dan Risiko Kanker Kerongkongan
Penelitian besar ini menegaskan bahwa kebiasaan minum kopi atau teh sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, khususnya karsinoma sel skuamosa, lebih dari tiga kali lipat. Dengan mempertimbangkan suhu minuman dan mengurangi paparan panas berulang, konsumen dapat melindungi kesehatan kerongkongan mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/suka-minum-kopi-atau-teh-sangat-panas-kebiasaan-ini-bisa-tingkatkan-risiko-kanker-kerongkongan-3-kali-lipat-260922b.html, without altering the facts of the original article.