Minuman panas, baik kopi maupun teh, seringkali menjadi ritual pagi bagi banyak orang. Namun, sebuah penelitian besar yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer pada 8 September 2026 menegaskan bahwa kebiasaan menyeruput minuman sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat.
Metodologi Penelitian dan Sampel
Studi ini merupakan hasil penggabungan data dari dua inisiatif penelitian besar di Inggris: Million Women Study dan UK Biobank. Peneliti melibatkan hampir satu juta orang dewasa dengan rentang usia 37 hingga 73 tahun. Para peserta diminta melaporkan suhu minuman yang biasa mereka konsumsi, dengan pilihan “hangat,” “panas,” dan “sangat panas.” Selain itu, jumlah minuman panas yang dikonsumsi setiap hari juga dicatat. Selama lebih dari satu dekade, data kesehatan peserta dipantau melalui catatan National Health Service (NHS).
Dalam periode pengamatan tersebut, tercatat 2.348 kasus baru kanker kerongkongan. Dari jumlah tersebut, 1.045 kasus terkait karsinoma sel skuamosa (SCC) dan 1.303 kasus adenokarsinoma (AC). Temuan paling mencolok muncul pada kelompok yang menyukai minuman sangat panas, di mana risiko terkena SCC meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan mereka yang meminum dalam kondisi hangat.
Hubungan Suhu Minuman dengan Risiko Kanker Kerongkongan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu minuman adalah faktor penting dalam memicu kerusakan sel di esofagus. Minuman sangat panas dapat menyebabkan luka bakar kronis pada lapisan sel kerongkongan, yang pada gilirannya meningkatkan potensi transformasi sel menjadi sel kanker. Selama lebih dari satu dekade, para peneliti menemukan bahwa risiko kanker kerongkongan meningkat seiring dengan frekuensi dan suhu minuman yang dikonsumsi.
Perbandingan antara tiga kelompok suhu—hangat, panas, dan sangat panas—menunjukkan perbedaan signifikan dalam kejadian SCC. Meskipun adenokarsinoma juga terpengaruh, peningkatan risiko lebih jelas terlihat pada SCC, yang merupakan jenis kanker yang lebih sering dikaitkan dengan faktor lingkungan dan kebiasaan hidup.
Implikasi Kesehatan dan Kesadaran Publik
Temuan ini menyoroti pentingnya kesadaran akan suhu minuman yang dikonsumsi secara rutin. Kebiasaan sederhana, seperti menunggu kopi atau teh sedikit dingin sebelum diminum, dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Bagi banyak orang, minuman panas adalah bagian dari rutinitas harian, namun risiko kesehatan yang terkait tidak boleh diabaikan.
Selain itu, hasil studi ini menambah bukti ilmiah tentang dampak kecil namun signifikan dari kebiasaan sehari-hari terhadap kesehatan. Dalam konteks pencegahan kanker, faktor-faktor seperti diet, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol sering menjadi fokus utama. Penelitian ini menambahkan suhu minuman sebagai faktor risiko yang patut dipertimbangkan dalam strategi pencegahan kanker kerongkongan.
Bagaimana Mengurangi Risiko
Berbagai langkah sederhana dapat diambil untuk mengurangi risiko. Pertama, menunggu minuman panas mencapai suhu yang lebih nyaman—misalnya, hangat atau sedikit lebih dingin—dapat mengurangi potensi luka bakar pada esofagus. Kedua, memperhatikan jumlah minuman panas yang dikonsumsi setiap hari, terutama bagi individu dengan riwayat masalah pencernaan atau kondisi predisposisi terhadap kanker kerongkongan.
Selain itu, meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara suhu minuman dan kanker kerongkongan dapat memotivasi perubahan kebiasaan. Misalnya, mengganti minuman panas dengan minuman dingin atau menggunakan wadah dengan suhu yang lebih rendah dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa minuman sangat panas, baik kopi maupun teh, dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, khususnya karsinoma sel skuamosa, hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan minuman hangat. Dengan melibatkan hampir satu juta partisipan dan memantau data kesehatan selama lebih dari satu dekade, studi ini memberikan bukti kuat tentang dampak suhu minuman terhadap kesehatan esofagus.
Kesadaran akan risiko ini penting bagi masyarakat luas, terutama bagi mereka yang sering mengonsumsi minuman panas. Mengadopsi kebiasaan menunggu minuman sedikit dingin sebelum diminum dan memantau frekuensi konsumsi dapat menjadi langkah preventif sederhana namun efektif. Dengan memahami hubungan antara suhu minuman dan kanker kerongkongan, individu dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk melindungi kesehatan jangka panjang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/suka-minum-kopi-atau-teh-sangat-panas-kebiasaan-ini-bisa-tingkatkan-risiko-kanker-kerongkongan-3-kali-lipat-260922b.html, without altering the facts of the original article.