Korea Selatan gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah mencatat dua kekalahan dan satu kemenangan di babak grup. Pelatih kepala tim nasional sepak bola putra Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengundurkan diri setelah kekalahan timnya. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyerukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kegagalan tim nasional.
Korsel Gagal, Harapan Pupus
Korea Selatan menempati peringkat ke-32 dalam peringkat FIFA dan dipimpin oleh pemain bintang Son Heung-min. Namun, mereka finis di belakang Meksiko dan Afrika Selatan yang masing-masing berada di peringkat ke-15 dan ke-60 FIFA. Kritik meningkat setelah pertandingan melawan Afrika Selatan pada Kamis (25/06), yang berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi Korea Selatan.
Kekalahan tersebut membuat Korea Selatan berada di posisi ketiga Grup A. Mereka masih punya harapan untuk lolos ke babak berikutnya karena delapan tim peringkat ketiga terbaik di fase grup bisa melaju ke babak 32 besar. Namun, pada Sabtu (27/06), Korea Selatan tersingkir karena hasil tim-tim lain jauh lebih baik.
Mengapa Kegagalan Ini Terjadi?
Penunjukan Hong sebagai pelatih kepala sejak awal menuai kontroversi. Mantan bek tersebut adalah pahlawan dalam keberhasilan Korea Selatan di Piala Dunia 2002. Namun, ketika ia memimpin tim sebagai pelatih pada 2014, mereka gagal melaju dari fase grupâbahkan tidak meraih satu kemenangan pun. Banyak penggemar sepak bola mengkritik penunjukan tersebut berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Presiden Lee Jae Myung mengatakan bahwa tersingkirnya timnas lebih awal “tampaknya merupakan kegagalan organisasi dan personel”. “Ketika favoritisme dan kronisme lebih diutamakan daripada kompetensi dalam memilih seorang pemimpin, hasilnya dapat diprediksi seperti api yang membakar kertas,” katanya.
Dampak Kegagalan Ini
Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 memiliki dampak besar pada sepak bola Korea Selatan. Asosiasi pendukung tim nasional Korea Selatan mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar Hong “berlutut di hadapan seluruh bangsa dan meninggalkan dunia sepak bola untuk selamanya”. Hong menurut dan memutuskan untuk mengundurkan diri.
Hong mengatakan bahwa “kami tidak memberikan hasil yang diharapkan para penggemar”. “Meski saya meninggalkan tim nasional, saya tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola Korea,” kata Hong. “Saya akan mendukung tim nasional dari lubuk hati terdalam dan berharap tim ini kembali dipercaya dan dicintai oleh masyarakat.”
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Korea Selatan masih memiliki jalan panjang untuk memperbaiki sepak bola nasionalnya. Dengan penyelidikan yang akan dilakukan, diharapkan dapat ditemukan penyebab kegagalan tim nasional dan dapat diambil tindakan untuk memperbaiki keadaan. Bagi Hong, pengunduran dirinya dapat menjadi pelajaran berharga untuk masa depan sepak bola Korea Selatan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cp8r2zmm9d1o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.