**Kresna Budi Tegaskan, Pemkab Buleleng Harus Prioritaskan TPP ASN** ### Momen Penentu di Menit Akhir Pemerintah Kabupaten Buleleng (Pemkab Buleleng) diharapkan dapat memprioritaskan pembayaran Tunjangan Profesi Pegawai Negeri Sipil (TPP) dan gaji Pajak Penghasilan Sederhana (PPPK) bagi anggota staf sipil negara. Imbauan ini disampaikan oleh Kresna Budi, anggota Partai Golkar, sebagai tanggapan atas penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang kini sedang hangat dibicarakan. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Menurut Kresna Budi, TPP dan gaji PPPK merupakan hak pegawai yang perlu diprioritaskan oleh pemerintah daerah. Selain berkaitan dengan kesejahteraan ASN, kebijakan tersebut juga dinilai berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi daerah. “Jangan sampai TPP maupun gaji PPPK dipotong. Ini menyangkut kesejahteraan. Katanya ingin rakyat sejahtera, kok dikurangi? Janganlah sampai dikurangi. Itu harapan kita,” kata Kresna Budi, Kamis (6/8/2026). Ia menilai Buleleng merupakan daerah yang aktivitas ekonominya banyak ditopang oleh belanja aparatur sipil negara. Apabila TPP dipangkas, daya beli ASN dikhawatirkan ikut menurun sehingga berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kalau TPP dikurangi, UMKM tidak berjalan karena tidak ada yang belanja. Salah satu penggerak ekonomi di Buleleng adalah pegawai negeri,” ujarnya. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Menurut Kresna Budi, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari efisiensi anggaran, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesejahteraan pegawai dan pelayanan kepada masyarakat. Kresna Budi mengatakan, apabila pegawai merasa sejahtera, kinerja pemerintahan juga akan berjalan lebih baik. Sebaliknya, kebijakan yang mengurangi hak pegawai berpotensi memunculkan keluhan dan berdampak pada kualitas pelayanan publik. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Meski demikian, Politisi Partai Golkar itu mengajak pemerintah daerah tidak terburu-buru berpandangan negatif terhadap kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, efisiensi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, bukan semata-mata memangkas belanja daerah. Ia optimistis pemerintah pusat akan memberikan solusi apabila setelah proses efisiensi masih terdapat kebutuhan anggaran yang belum terpenuhi. “Kalau memang setelah dilakukan efisiensi ternyata masih kurang, pasti bisa dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. Saya yakin akan ada solusinya,” katanya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/buleleng/602729/tkd-turun-kresna-budi-ingatkan-pemkab-buleleng-jangan-korbankan-tpp-asn, without altering the facts of the original article.