Kekurangan Guru Kejuruan
Kepala Subbagian Tata Usaha SMKN 4 Banjarmasin, Kinwiyadi, mengatakan bahwa berkurangnya tenaga pendidik di sekolahnya sebagian besar disebabkan oleh banyak guru yang memasuki masa pensiun, sementara belum ada tenaga pengganti. “Kalau untuk kekurangan rata-rata di guru kejuruan. Mereka pensiun, tetapi belum ada penggantinya,” ujarnya. Kondisi tersebut memengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Namun, pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk merekrut guru tetap karena harus mengikuti kebijakan pemerintah daerah. Sebagai solusi sementara, sekolah memanfaatkan tenaga pengajar paruh waktu yang dibayar berdasarkan jumlah jam mengajar.
Solusi Sementara
“Yang jelas untuk guru yang kurang, kami mencari tenaga pengajar yang dibayar per jam. Jadi kalau tidak mengajar atau sedang libur, ya tidak mendapat bayaran,” katanya. Pendanaan untuk tenaga pengajar tersebut berasal dari dana komite sekolah maupun Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, menurutnya, kondisi itu tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang. “Kalau belum ada kebijakan baru, sementara guru yang pensiun semakin banyak, otomatis dana BOS maupun komite bisa habis hanya untuk membayar guru,” ujarnya.
Mengapa Krisis Guru Kejuruan?
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Banjarmasin, Mukhlis Takwin, mengakui bahwa sistem kontrak jasa merupakan salah satu alternatif. Namun, skema tersebut juga tidak lepas dari kendala pendanaan. Biaya jasa pengajar umumnya bersumber dari dana komite sekolah karena penggunaan Dana BOS memiliki persyaratan yang cukup ketat. “Kalau menggunakan BOS agak rumit karena harus punya NUPTK. Padahal guru yang baru mengajar tidak mudah langsung mendapatkan NUPTK,” katanya. Kemampuan komite sekolah di Banjarmasin untuk membantu pembiayaan juga dinilai belum merata.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Krisis guru kejuruan ini dapat berdampak pada kualitas pendidikan di SMKN 4 Banjarbaru. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan baru untuk mengatasi kekurangan guru kejuruan. Pemerintah daerah perlu memperhatikan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah dan mencari solusi yang efektif untuk mengatasi krisis ini. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh SMKN 4 Banjarbaru untuk mengatasi krisis guru kejuruan ini masih belum jelas. Namun, yang pasti, pihak sekolah dan pemerintah daerah harus bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi kekurangan guru kejuruan ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368687/kekurangan-guru-mata-pelajaran-kejuruan-smkn-4-andalkan-pengajar-paruh-waktu, without altering the facts of the original article.