5 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Kualitas udara Jakarta buruk dengan indeks 146, berdampak tidak sehat bagi warga. Apa efeknya jika terus-menerus menghirup udara seperti ini?

Kualitas udara di Jakarta kembali menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir per Kamis (18/7/2024) pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) Jakarta berada di angka 146. Tercatat konsentrasi particulate matter (PM) 2.5 atau partikel halus di udara Jakarta sudah mencapai 53,6 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan warga Jakarta.

Kualitas Udara Jakarta yang Buruk

Menurut pantauan udara melalui Jakarta Kini (JAKI) yang diperbaharui pukul 07.30 WIB, sejumlah wilayah menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat. Wilayah tersebut antara lain beberapa kawasan padat penduduk dan industri. Kualitas udara yang buruk ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi genetik atau memiliki riwayat komorbid tertentu.

Mengapa Polusi Udara Sangat Berbahaya?

Masalahnya ada pada karakter fisik PM 2.5 itu sendiri. Karena diameternya yang kelewat kecil, kurang dari 2,5 mikron, kumpulan partikel padat ini bisa kasat mata menyerupai kabut atau asap tebal. Partikel-partikel kecil ini dapat dengan mudah lolos dari sistem saringan alami di paru-paru manusia dan menyelinap masuk ke aliran darah, lalu merusak berbagai organ vital lainnya, mulai dari jantung hingga otak.

Dikutip dari laman resmi WHO, paparan polusi udara ini menjadi faktor risiko kematian akibat berbagai penyakit berat. Data WHO menunjukkan, daftar penyakit yang paling kuat kaitannya dengan polusi di antaranya penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan kanker. Tak sampai di situ, bukti-bukti medis terbaru juga mengaitkan polusi udara dengan peningkatan risiko penyakit diabetes, gangguan kognitif, penyakit neurologis, hingga masalah kehamilan seperti risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan

Adapun ‘biang kerok’ utama yang paling sering memicu deretan penyakit ini adalah partikulat (PM), karbon monoksida (CO), ozon, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida. Lantas, berapa lama tubuh harus terpapar polusi sampai akhirnya jatuh sakit? Jawabannya bisa instan, namun bisa juga menjadi bom waktu jangka panjang. Faktanya, beberapa jenis polutan bahkan tidak memiliki ambang batas aman sama sekali bagi tubuh.

Efek jangka pendek dari paparan polusi udara adalah menghirup polusi tinggi dalam hitungan jam atau hari bisa langsung menurunkan fungsi paru secara drastis, memicu infeksi akut saluran napas, hingga membuat serangan asma kambuh mendadak. Sementara itu, efek jangka panjang dari paparan kronis yang dihirup selama bertahun-tahun akan menumpuk kerusakan jaringan di dalam tubuh. Kerusakan inilah yang memicu munculnya penyakit tidak menular kronis di kemudian hari, seperti serangan stroke dan kanker.

Apa yang Perlu Dilakukan?

Dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang buruk seperti saat ini, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga jarak dengan sumber polusi, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas udara yang baik adalah beberapa langkah yang dapat diambil. Pemerintah juga diharapkan untuk terus memantau kondisi kualitas udara dan mengambil tindakan yang efektif untuk mengurangi tingkat polusi.

Kualitas udara Jakarta yang buruk saat ini memang sangat mengkhawatirkan, namun dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat mengurangi dampak negatifnya. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas udara yang baik dan ambil bagian dalam upaya mengurangi polusi udara.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *