Lionel Messi mencetak sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menjadi pemain paling berprestasi sepanjang masa. Pada usia 38 tahun, Messi mencetak hat-trick pertamanya dan menorehkan sejumlah rekor baru saat membawa Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka Grup Piala Dunia 2026.
Momen Bersejarah di Kansas City Stadium
Laga yang berlangsung di Kansas City Stadium itu menjadi momen bersejarah bagi Messi. Saat namanya masuk dalam susunan pemain utama Argentina, ia resmi menjadi pesepak bola pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Melansir Aljazeera, rekor tersebut membuat Messi melampaui generasi sebelumnya dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Rekor itu berpotensi disamai oleh Cristiano Ronaldo jika tampil bersama Portugal pada pertandingan berikutnya. Gol pertama Messi malam itu tercipta pada menit ke-17 dan menyamai 14 gol Kylian Mbappe di Piala Dunia, setelah pemain Prancis itu melampaui pemain Argentina tersebut beberapa jam sebelumnya dalam kemenangan Prancis 3-1 atas Senegal di New York.
Rekor-Rekor yang Dicatatkan Messi
Gol itu juga memiliki makna tersendiri. Tepat 20 tahun sebelumnya, Messi menjalani debutnya di Piala Dunia bersama Argentina saat menghadapi Serbia dan Montenegro pada edisi 2006. Kala itu ia masih berusia 18 tahun. Messi kemudian melengkapi hat-trick dan menambah koleksi golnya menjadi 16 gol di Piala Dunia, menyamai rekor yang sebelumnya dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose.
Tiga gol tersebut sekaligus menjadi gol internasional ke-120 sepanjang karier Messi bersama tim nasional Argentina. Tak hanya itu, Messi juga mencatat rekor lain sebagai pemain tertua yang berhasil mencetak hat-trick di Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang Ronaldo setelah mencetak tiga gol untuk Portugal saat menghadapi Spanyol pada Piala Dunia 2018.
Mengapa dan Dampak
Messi juga menjadi pesepak bola pertama yang mampu mencetak gol dalam lima pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Kemenangan atas Aljazair menjadi awal yang sempurna bagi Argentina yang berstatus juara bertahan. Selanjutnya, Albiceleste akan menghadapi Austria sebelum menutup fase grup melawan Yordania pada 27 Juni mendatang.
Jika Messi memimpin Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara, ia akan menjadi kapten Argentina pertama yang mencapai prestasi tersebut, sebuah prestasi yang bahkan Diego Maradona pun tidak dapat klaim. Dengan catatan rekor yang terus bertambah, Messi semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan kemenangan ini, Argentina memiliki modal yang kuat untuk melaju ke babak selanjutnya. Namun, perjalanan masih panjang dan tantangan masih banyak. Apakah Messi dan timnya dapat mempertahankan performa dan meraih gelar juara? Kita tunggu saja.